TEMANGGUNG KOTA WISATA

Hai teman-teman?? bagaimana kabarnya? semoga baik saja yaa…

Nah, kali ini aku akan ng’post tentang keberagaman wisata di Kabupaten Temanggung.

Ini diaaaa…

Kabupaten Temanggung, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Temanggung. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Kendal di utara, Kabupaten Semarang di timur, Kabupaten Magelang di selatan, serta Kabupaten Wonosobo di barat.

Sebagian besar wilayah Kabupaten Temanggung merupakan dataran tinggi dan pegunungan, yakni bagian dari rangkaian Dataran Tinggi Dieng. Di perbatasan dengan Kabupaten Wonosobo terdapat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Temanggung berada di jalan provinsi yang menghubungkan Semarang-Purwokerto. Jalan Raya Parakan–Weleri menghubungkan Temanggung dengan jalur pantura. Untuk daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Semarang persisnya di Kecamatan Pringsurat.

peta_kab

A. WISATA ALAM

1. Posong,

Salah satu kawasan yang sangat indah di lereng Gunung Sindoro yang hanya berjarak 3,5 km dari jalan raya Temanggung Wonosobo. Posong berhawa sejuk , jauh dari polusi udara serta kebisingan. Dari lokasi ini anda dapat menyaksikan matahari terbit (sunrise), Watu Mlongso (sungai purba) dan pada malam hari, Milky Way (gugusan galaxy Bima Sakti) dapat dilihat dengan mata telanjang. Atau jika anda seorang Pendaki Gunung, puncak sindoro dapat dicapai dalam waktu lima jam dari Posong. Area ini sangat ideal untuk Outbond dngan pemandu yang berpengalaman sehingga membuat liburan aman dan nyaman. Lokasi Desa Tlahab , Kecamatan Kledung.

2012081705002k1hZR OLYMPUS DIGITAL CAMERA

2. Kledung Pass,

adalah Kawasan terbuka yang berada di antara dua Gunung Besar, yakni Sumbing dan Sindoro. Kledung membelah jalan raya Temanggung –Wonosobo, sehingga sangat mudah dicapai dengan kendaraan apapun. Ditempat ini terdapat kedai kopi dengan aneka rasa serta rumah makan dengan view alam pegunungan. Lokasi Jalan Raya Temanggung-Wonosobo, Kledung.

Menikmati suasana Dieng Kledung Pass Hotel & Restaurant. foto adji k. kldgpass

3. Mata Air Jumprit,

adalah Mata air dan hulu sungai Progo yang diyakini sebagai petilasan pada Jaman Majapahit. Setiap menjelang hari raya Waisak, Umat Budha mengambil Air Jumprit sebagai air suci bagi umat yang mengikuti perayaan di Candi Borobudur. Lokasi ini berada di lereng Gunung Sindoro Dusun Jumprit, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo. Berhawa sejuk dengan hutan pinus yang batangnya berwarna orange.

jmprt jmpt

4. Hutan Walitis,

adalah Hutan yan dimana terdapat Pohon dengan tinggi 30 meter dan diameter batang pohon 7,5 meter. Berlokasi di Desa Jetis, Kecamatan Selopampang. Terdapat juga hamparan kebun tembakau, sehingga pengunjung dapat menikmati  udara segar di lereng Gunung Sumbing.

4. Curug Trocoh (Surodipo),

adalah Objek wisata air terjun yang masih alami dan menjadi saksi bisu kilasan sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro ketika membuat strategi Gerilya melawan Belanda. Terletak di Desa Tawangsari, Kecamatan Wonoboyo.

5. Curug Lawe,

Jatuhnya air terjun dari tebing yang curam, bagaikan benang-benang putih yang yang dalam bahasa jawa disebut ‘Lawe’ (tali seratnya putih) membuat namanya lebih cocok menjadi Curug Lawe. Berlokasi di Desa Muncar, Kecamatan Gemawang.

6. Curug Thithang,

terletak di Desa Nampirejo, Kecamatan Temanggung. Pemandangan alamnya yang indah nan hijau, penuh dengan ppohonan , menciptakan udara yang sejuk dan bebas dari polusi udara. Jauh dari kebisingan, Curug Thithang menawarkan suasana damai dengan suara gemericik air dan suara serangga/burung yang hidup di sekitar air terjun . bagi yang memiliki kegemaran berpetualang , tempat ini cocok sekali karena bisa menyusuri sungai sampai ke atas air terjun.

7. Curug Onje, 

berlokasi di Desa Duren, Kecamatan Bejen. Di sepanjang aliran sungai terdapat 7 air terjun yang dikenal dengan nama Curug Onje. Untuk mencapai lokasi, pengunjung akan melewati areal perkebunan yang asri dengan dihibur kicauan burung sambil sesekali terdengar koko ayam hutan.

B. WISATA BUATAN

 

1. Bioskop 4 Dimensi (Andromeda Cinema), 

Komplek taman Kartini Kowangan Temanggung saat ini semakin lengkap fasilitas hiburannya  menyusul telah selesainya pembangunan gedung bioskop 4 dimensi. Pengunjung akan terpesona  dan tergelak menyaksikan film-film yang indah dan lucu serta merasa telibat dalam adegan karena dimensi 4 berupa terpaan angin , guyuran gerimis tipis atau kilat. 4 dimensi ini menjadi lebih sempurna karena ditutup dengan adegan roller coaster ride simulation movie. Loasi Komplek Taman Kartini, Jalan Suwandi Suwardi No. 5, Kowangan, Telp. (0293) 492329.

2. Pikatan Water Park,

diambil dari nama raja Mataram Kuno, Rakai Pikatan, yang berkuasa sebelum tahun 900 M. Pikatan Water Park dibuka pada tahun 2009 dan menjadi salah satu objek wisata andalan yang ada di Temanggung mulai 1 Januari 2010. Objek wisata permainan air ini menjadi tempat rekreasi idaman bagi keluarga. Fasilitas di kawasan ini yaitu terdapat Kolam Renang Standar Nasional, kolam anak-anak, hall tempat bermain, serta terdapat situs peninggalan Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram.

3. Taman Kartini,

taman rekreasi kartini masih menjadi ikon pariwisata di kabupaten temanggung. Objek wisata ini mudah dikenali, karma berada di pintu masuk kabupaten temanggung sebelah timur (dari arah secang dan semarang). Fasilitas yang tersedia cukup komplet untuk sebuah tempat rekreasi umum, antara lain rumah makan pujasera, kolam renang tirto asri, arena bola basket, lapangan tennis, lapangan voli, hingga lapangan sepak bola. Ada juga arena permainan anak, panggung kesenian, dan warung souvenir.  Puncak keramaian terjadi pada musim lebaran, karena pengelola taman rekreasi kartini rutin menggelar gebyar pekan syawalan yang berlangsung selama 7 hari sejak tanggal 2 syawal. Banyak atraksi wisata yang ditampilkan, termasuk aneka makanan tradisional khas temanggung, pentas musik dangdut, dan lain sebagainya.

4. Monumen Meteorit,

Tanggal 11 Februari 2011 Kabupaten Temanggung kedatangan’tamu’ dari luar angkasa. Sebuah batu sebesar kepalan tangan orang dewasa jatuh di ladang lereng gunung Sumbing, Desa Wonotirto Kecamatan Bulu.

5. Monumen Bambang Sugeng,

Bukit kecil di sebelah timur Kabupaten Temanggung menjadi saksi perjuangan Alm. Mayjend Bambang Sugeng yang pada waktu perang kemerdekaan memimpin pasukan TNI di sekitar Temanggung. Di kawasan ini dibangun sebuah monumen dan terdapat batu besar dengan pahatan bertuliskan huruf kanji yang berbunyi ‘Wampo Daiwa Daigetsu’ yang berarti : Seluruh Dunia Sekeluarga. Monumen ini merupakan peninggalan tentara Jepang yang pernah ditawan di daerah Temanggung.

C. WISATA BUDAYA

 

1. Candi Pringapus,

arca berartistik Hindu Sekte Shiwaistis ini dibangun pada tahun 850 masehi. Candi ini merupakan replika Mahameru sebagai perlambang tempat para Dewata. Pada bangunan purbakala ini terdapat hiasan antefiq dan relief Hapsara –Hapsari yang menggambarkkan makhluk setengah desa. Sampai sekarang, Candi Pringapus masih terawat dengan baik.

2. Prasasti Gondosuli,

Reruntuhan candi yang dibangun pada masa Jaman Sriwijaya ini adalah saksi bisu kebudayaaan masa lampau. Prasasti Gondosuli berisi sebuah legitimasi kejayaan Rakarayan Patapan Pu Palar pada masa pemerintahan Rakai Garung, Raja Mataram dari Dinasti Sanjaya. Reruntuhan ini berada di lereng Gunung Sumbing, Desa Gondosuli Kecamatan Bulu.

D. WISATA TRADISI

1. Suran Traji,

di Desa Traji Kecamatan Parakan , terdapat satu tradisi yang ‘menikahkan kembali’ Kepala Desa dengan istrinya. Peristiwa yang dianggap penting oleh warga Desa Traji iini8 dilaksanakan setiap malam tanggal 1 Suro peninggalan Jawa. Ritual budaya tersebut diikuti oleh seluruh anggota masyarakat berupa arak-arakan menuju Sendang Sidukun.

2. Pengambilan Air Suci Waisak

Salah satu kegiatan memperingati Trisuci Waisak adalah prosesi pengambilan air suci di umbul Jumprit. Prosesi dimulai tiga hari sebelum Waisak. Ditempat ini juga terdapat tradisi kungkum, selepas pukul 24.00 tiap malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Mereka yang kungkum akan membuang pakaian dalam sebagai symbol membuang sial agar nasibnya menjadi baik.

3. Gebyar Pekan Syawalan

Pada musim lebaran digelar Gebyar Pekan Syawalan di Taman rekreasi Kartini Kowangan, Temanggung. Acara dimulai sejal tanggal 2 syawal, dan berlangsung selama seminggu. Atraksi yang ditawarkan sangat bervariasi, mulai dari berbagai arena permainan anak, pentas musik dangdut, hingga warung-warung souvenir dan makanan tradisional.

4. Gebyar Padusan di Pikatan

Gebyar Padusan digelar rutin setiap menjelang bulan puasa di taman Rekreasi Pikatan Indah. Dalam kegiatan ini di tampilkan berbagai atraksi kesenian dengan menu berganti-ganti tiap tahun, misalnya pentas kesenian tradisional (kuda lumping, warokan, kuntulan, reog, campursari), solo organ, sulap dan lain-lain. Pengunjung bisa menikmati makanan khas seperti gula kacang, pecel mi, dan ikan bader goring. 5. Ritual Pendakian Sumbing Tradisi pendakian Gunung Sumbing (3.371 m dpl) dilakukan pada malam selikuran di bulan suci Ramadhan. Pendakian dimulai dari Desa Pagergunung, Kecamatan Bulu. Ribuan pendaki akan dipandu para pecinta alam yang berpengalaman seperti Sumbing Hiking Club (SHC) Temanggung, dan dipantau petugas terpadu di posko-posko yang ada. 6. Ritual Pendakian Sindoro Selain Pendakian biasa, ada ritual pendakian gunung sindoro yang berlangsung tiap malam 1 suro. Ini merupakan kegiatan yang menarik minat para pecinta alam untuk berpetualang mendaki gunung sindoro, serta melihat keindahan Telaga ajaib dan Bunga abadi edelweis di puncak gunung. Pendaki juga bisa melihat terbit dan tenggelamnya matahari di pergantian tahun islam itu. Ritual pendakian dilakukan melalui Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo.

7. Makam Ki Ageng Makukuhan,

konon ceritanya Ki Ageng Makukuhan adalah Orang pertama di Bumi Kedu Temanggung. Makam Ki Ageng Makukuhan kemudian dipindahkan ke puncak Gunung Sumbing, oleh karenanya banyak pendaki yang ingin berziarah sekaligus melakukan perjalanan wisata pendakian Gunung Sumbing.

8. Tradisi Jum’at Pahingan,

adalah Tradisi berdzikir di Masjid Menggoro. Banyak pengunjung dari berbagai kota yang pada umumnya mereka membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dzikir, membaca doa-doa, menjalankan nadzar, ada pula yang sekedar ingin mengadu nasib dengan memeluk salah satu tiang masjid yang dikenal dengan Soko Guru karena konon bisa mengetahui rezekinya jauh atau dekat.

9. Situs Liyangan,

Peninggalan purbakala ini ditemukan tahun 2008 oleh para penambang pasir. Berdasarkan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta. Situs Liyangan merupakan bekas pemukiman peninggalan masa kejayaan Mataram Kuno yang eksis pada abad IX masehi yang terkubur lava akibat letusan Gunung Sindoro. Situs Liyangan merupakan temuan Arkeologi yang spektakuler dengan areal yang sangat luas. Di lokasi ini Para Arkeolog menemukan bekas-bekas rumah, talud, candi, peralatan rumah tangga kuno serta fosil padi. Di Situs Liyangan juga ditemukan adanya Bangunan Candi yang memiliki tiga Yoni, dimana hal ini tidaklah lazim, dan tubuh candi juga sangat khas karena hanya mirip sebuah altar tanpa adanya bagian tubuh dan atap. Di situs ini samapi sekarang masih terus dilakukan penelitian. Terletak di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo.

E. WISATA PENDAKIAN

SALAH satu kegiatan yang sudah berjalan dikawasan Gunung ini adalah wisata pegunungan. Pendakian Sindoro-Sumbing biasanya dimulai dari kledung, yang terletak diantara kedua Gunung. Ditempat ini, para pendaki juga bisa menyaksikan matahari terbit dan terbenam.
Jalur pendakian yang menantang, ritual setiap malam 1 sura (1 muharam) dan malem selikuran (21 Ramadhan), hamparan perkebunan teh, aneka ladang sayur, deretan pohon pinus, dan jalur berliku-liku dilembah kedua gunung itu membuat banyak orang ingin mengunjungi tempat tersebut GUNUNG SUMBING
Perjalanan wisata ke Gunung Sumbing akan melewati desa wisata Tegalrejo yang juga dekat dengan pemancingan Vale Kambang dan prasasti Gondosuli. Tanah sekitar gunung sangat subur, sehingga hampir seluruh daerah yang landai sampai ketinggian 2.000 m dpl dijadikan areal perkebunan rakyat seperti tembakau dan sayuran.
Pendakian gunung sumbing bisa dilakukan kapan saja. Tetapi puncak keramaian terjadi pada malem selikuran. Ribuan pendaki, yang dipandu para pecinta alam yang berpengalaman dari sumbing Hiking Club (SHC) Temanggung, serta dipantau para petugas terpadu diposko-posko terdekat, mengawali ritualnya dari desa pager gunung, kecamatan Bulu.
Untuk pendakian diluar tradisi malem selikuran, perjalanan bisa dilakukan tanpa harus dipandu petugas. Para pendaki umumnya start dari desa/kecamatan kledung (arah barat laut), atau kampung butuh dan selogowok dikecamatan tlogo mulyo (timur laut).
Bahkan, gunung sumbing juga bisa didaki dari kawasan diluar kabupaten Temanggung. Yaitu arah barat laut dari kampung garung (1.543 m dpl) di desa Butuh, kecamatan Kalijajar (Wonosobo), arah tenggara dari Kalegan (Kabupaten Magelang), dan arah Barat daya dari sapurun (Wonosobo).
Apabila cuaca bagus, pendakian ke puncak menempuh waktu sekitar lima jam. Sebagian dari mereka berziarah kemakam Ki Ageng Makukuhan di Puncak Sumbing. Ki Ageng Makukuhan diyakini sebagai orang pertama yang singgah di Kedu dan memperkenalkan tanaman tembakau.
Ada beberapa pos yang harus dilalui dari base camp hingga kepuncak, yaitu pos I (1.750 m dpl), pos II (2.000 m dpl),pos bayangan (2.500 m dpl), dan bagian puncak (2.850-3.340 m dpl).GUNUNG SUMBING
Nama            : Gunung Sumbing
Nama Kawah    : Kawah Sumbing
Lokasi            : Desa Pager Gunung, Kecamatan Tjepit, Kabupaten Temanggung
Ketinggian         : 3. 340 m dpl
Wilayah        : Kabupaten Temanggung, Magelang, Wonosobo dan Purworejo.
Kota Terdekat    : Temanggung (Timur laut), Parakan (Utara), Wonosobo (Barat), dan Magelang (Tenggara).
Tipe Gunung        : Gunung Api strato tipe B
Pos Pengamatan    : Desa Genting Sari, Parakan-Temanggung pada Ketinggian 950 m dpl.Dipos I (hutan rapat) terdapat shelter dan lahan bivak. Sedangkan pos II (Wilayah Terbuka) didominasi padang rumput dan ilalang. Udara dipuncak cukup panas, angin kencang, dan cuaca cerah, dengan suhu dibawah 12 derajat Celciuse. Puncak terdiri atas batu-batuan, lapangan berpasir, kawah, dan belerang.GUNUNG SINDORO
Setiap malam 1 sura, ribuan pecinta alam melakukan pendakian Sindoro. Gunung berketinggian 3.151 m itu juga memiliki beberapa keindahan alam, misalnya Telaga Ajaib dan bunga Abadi edelwis di puncak gunung. Para pendaki juga bisa melihat panorama terbit dan tenggelamnya matahari.
Sebagaimana Sumbing, Sindoro cocok untuk melakukan kegiatan wisata alam dan petualangan. Pendakian dilakukan melalui Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung. Selain panorama alam yang indah, pendaki bisa melihat para aktivitas petani di kebun.

GUNUNG SINDORO
Nama            : Gunung Sindoro
Nama Kawah    : Kawah Sindoro
Lokasi            : Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung
Ketinggian         : 3.155 m dpl
Wilayah        : Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo.
Kota Terdekat    : Temanggung (Tenggara), Parakan (Timur), Wonosobo (Barat).
Tipe Gunung        : Gunung Api strato tipe B

2. PUNCAK WONOTIRTO

Di Lereng Gunung Sumbing, di sebuah desa di Kecamatan Bulu, ada kawasan wisata yang cukup digemari, yaitu Puncak Wonotirto. Sepanjang jalan menuju lokasi, wisatawan bisa memandang hutan pinus dari kejauhan dan hamparan tanaman tembakau. Para penggemar wisata pegunungan tentu sangat menyukai suasana seperti ini.
Dari kawasan puncak, kita bisa memandang lepas ke berbagai penjuru. Termasuk pada ujung Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Hal itu dimungkinkan karena Puncak Wonotirto berada di ketinggian 1.900-2.000 m dpl.
Untuk menuju lokasi lereng, wisatawan dapat menggunakan sepeda motor atau mobil. Tetapi sekitar 3 km sebelum puncak, perjalanan harus dilanjutkan dengan jalan kaki. Pemerintah Kabupaten Temanggung sudah menanami 16.000 ha lahan kritis dikawasan ini, dengan aneka komoditas pertanian.

3. MISTERI POHON WALITIS DI HUTAN RASAMALA
Pohon walitis di kawasan huitan Rasamala merupakan pohon terbesar di lereng Sumbing dan Sindoro. Hutan ini terletak di Desa Jetis, Kecamatan Selopampang, Tinggi pohon mencapai 30 meter, dengan lingkar batang 7,5 meter. Untuk memeluk batangnya saja diperlukan enam orang dewasa yang saling tautan sambil merentangkan kedua tangannya.
Menurut masyarakat sekitar, pohon ini berasal dari tongkat salah seorang pengikut wali, yaitu Ki Ageng Makukuhan yang ditancapkan di tanah. Kawasan Walitis memiliki pemandangan alam yang indah dan udara pegunungan yang segar dan alami.
Di Kawasan ini juga tumbuh rumpun tumbuhan bernama Rasamala. Karena itulah, kawasan tersebut dikenal sebagai hutan Rasamala. Keistimewaan tanaman dan hutan ini adalah tidak mempan oleh api.
Ketika terjadi kebakaran hutan di sebagian kawasan lereng Sumbing dan Sindoro beberapa waktu lalu, hutan Rasamala sama sekali tidak terjamah  api.
Untuk menjangkau rumpun pepohonan Rasamala yang luasnya mencapai 1,5 hektar, para wisatawan harus mendaki melalui jalan setapak. Jarak pendakian ini sekitar 1,5 km dari pohon walitis.

Itulah beberapa tempat-tempat wisata di Kabupaten Temanggung. Kalo penasaran, ayo berkunjung

6 Comments

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *