JENIS JENIS WISATA

JENIS JENIS WISATA

PENGERTIAN WISATA

Wisata bisa diartikan sebagai sebuah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok dengan tujuan rekreasi dan hiburan serta memiliki persiapan tentang kegiatan perjalanan tersebut dengan jangka waktu tertentu. Secara etimologi, pariwisata berasal dari bahasa sansekerta, “pari” yang berarti banyak atau berkeliling dan “wisata” berarti perjalanan dan berpergian.
Sementara Menurut UU No. 10 Tahun 2009 Tentang Pariwisata. Definisi Wisata yaitu berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

JENIS – JENIS WISATA
Liburan atau berwisata banyak sekali objek yg bisa dikunjungi diantaranya ke pantai, ke gunung, melihat candi, Curug/Air Terjun, danau dan banyak tempat wisata lainnya. Maka dari itu saya urai jenis-jenis wisata berdasarkan tempatnya dan wisata berdasarkan tipe-tipe wisatawannya. agar bisa menjadi referensi bagi para wisatawan atau traveler, sebagai herikut :

A. Jenis Jenis Wisata Berdasarkan Tempatnya :
1. Wisata Alam
2. Wisata Religi
3. Wisata Belanja
4. Wisata Kuliner
5. Wisata Edukasi
6. Wisata Budaya
7. Wisata Berburu
8. Wisata Politik / Konvensi

1. Wisata Alam / Ekowisata
Wisata Alam adalah suatu perjalanan yang memanfaatkan potensi sumber daya alam dan lingkungannya sebagai objek tujuan wisata, dimana objek wisata itu bisa menyuguhkan panorama keindahan alami dan ke ajaiban alam, yang bisa memberikan kesejukan, membuat kita merasa nyaman sehingga menghilangkan stress dan lain sebagainya. Contoh wisata alam adalah Pantai, Gunung, Hutan, Danau, kawah, air terjun dll.
1.a. Wisata Maritim atau Bahari
Wisata Martim atau Bahari adalah kegiatan wisata yang selalu dikaitkan dengan air seperti: olah raga di air, lebih–lebih di danau, pantai, teluk, atau laut seperti memancing, berlayar, menyelam sambil melakukan pemotretan, kompetisi berselancar, balapan mendayung, melihat–lihat taman laut dengan pemandangan indah di bawah permukaan air serta berbagai rekreasi perairan yang banyak dilakukan didaerah–daerah atau negara–negara maritim, di Laut Karibia, Hawaii, Tahiti, Fiji dan sebagainya. Di Indonesia banyak tempat dan daerah yang memiliki potensi wisata maritim ini, seperti misalnya Pulau–pulau Seribu di Teluk Jakarta, Danau Toba, pantai Pulau Bali dan pulau–pulau kecil disekitarnya, taman laut di Kepulauan Maluku dan sebagainya. Jenis ini disebut pula wisata tirta.
1.b. Wisata Cagar Alam (Taman Konservasi)
Wisata Cagar Alam atau Taman Konservasi ini adalah wisata hayati untuk melihat pohon atau tanaman dan hewan2 dalam habitat tertentu, dan ini biasanya ada tour guide dari pemerintah setempat. Contoh: cagar alam, taman lindung, hutan daerah pegunungan dan sebagainya yang kelestariannya dilindungi oleh undang–undang. Wisata cagar alam ini banyak dilakukan oleh para penggemar dan pecinta alam dalam kaitannya dengan kegemaran memotret binatang atau marga satwa serta pepohonan kembang beraneka warna yang memang mendapat perlindungan dari pemerintah dan masyarakat. Wisata ini banyak dikaitkan dengan kegemaran akan keindahan alam, kesegaran hawa udara di pegunungan, keajaiban hidup binatang dan marga satwa yang langka serta tumbuh–tumbuhan yang jarang terdapat di tempat–tempat lain. Di Bali wisata Cagar Alam yang telah berkembang seperti Taman Nasional Bali Barat dan Kebun Raya Eka Karya, di Bogor ada Kebun Raya Bogor dan Taman Safari, dll.

2. Wisata Religi dan Sejarah (Religion Tourism )
Indonesia memiliki keanekaragaman agama. Semua agama ada di Indonesia, hal ini lah yang menyebabkan tempat-tempat religius bisa dijadikan wisata bagi para wisatawan.
Wisata Religi ini adalah suatu perjalanan yg bertujuan untuk meningkatakan kecintaan kepada agama dan melakukan aktivitas ritual seperti berzikir, berdoa dan lain lain, dan bukan semata-mata hanya untuk bersenang-senang. Contoh: makam para wali (Ziarah) dll.
2.a. Wisata Ziarah
Jenis wisata seringkali dikaitkan dengan agama, sejarah, adat istiadat dan kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat. Wisata ziarah banyak dilakukan oleh perorangan atau rombongan ke tempat–tempat suci, ke makam–makam orang besar atau pemimpin yang diagungkan, ke bukit atau gunung yang dianggap keramat, tempat pemakaman tokoh atau pemimpin sebagai manusia ajaib penuh legenda. Wisata ziarah ini banyak dihubungkan dengan niat atau hasrat sang wisatawan untuk memperoleh restu, kekuatan batin, keteguhan iman dan tidak jarang pula untuk tujuan memperoleh berkah dan kekayaan melimpah. Dalam hubungan ini, orang–orang Khatolik misalnya melakukan wisata ziarah ini ke Istana Vatikan di Roma, orang–orang Islam ke tanah suci, orang–orang Budha ke tempat–tempat suci agama Budha di India, Nepal, Tibet dan sebagainya. Di Indonesia banyak tempat–tempat suci atau keramat yang dikunjungi oleh umat–umat beragama tertentu, misalnya seperti Candi Borobudur, Prambanan, Pura Basakih di Bali, Sendangsono di Jawa Tengah, makam Wali Songo, Gunung Kawi, makam Bung Karno di Blitar dan sebagainya.
3. Wisata Belanja
Seringkali setelah liburan tidak membawa buah tangan atau oleh-oleh tentunya belum berasa lengkap bagi wisatawan Indonesia. Di Indonesia sendiri untuk wisata belanja ada di semua provinsi. Kegemaran masyarakat Indonesia yang hobi belanja membuat wisata belanja menjadi salah satu tujuan populer dikalangan wisatawan.
4. Wisata Kuliner
Untuk yang satu ini, semua pasti membutuhkannya, wisata kuliner adalah salah satu wisata yang paling di cari oleh para wisatawan. Apalagi di Indonesia menyuguhkan variasi masakan yang sangat banyak dan tentunya enak-enak, seringkali kita pergi ke suatu tempat yg ditanyakan dan yang dicari masakan khas-nya apa…

5. Educational Tourism ( Wisata Pendidikan )
Wisata edukasi biasanya disebut dengan study tour atau KKL.Wisata ini biasanya untuk para siswa atau mahasiswa, atau masyarakat kalangan tertentu . Wisata edukasi adalah wisata yang bertujuan agar kita mendapatkan pengetahuan atau keahlian tertentu, seperti bertani, industri atau Perusahaan, Kesekolahan- sekolahan, museum, atau kelembaga lembaga tertentu. Contoh wisata ini adalah kunjungan SMA ke Perguruan Tinggi, kunjungan mahasiswa ke pabrik atau perusahaan dll.

5.a. Wisata Pertanian (Agrowisata)
Sebagai halnya wisata industri, wisata pertanian ini adalah pengorganisasian perjalanan yang dilakukan ke proyek–proyek pertanian, perkebunan, ladang pembibitan dan sebagainya dimana para wisatawan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan untuk tujuan studi maupun melihat–lihat keliling sambil menikmati segarnya tanaman beraneka warna dan suburnya pembibitan berbagai jenis sayur–mayur dan palawija di sekitar perkebunan yang dikunjungi.

6. Wisata Budaya (Culture Tourism)
Wisata Budaya adalah perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ketempat lain atau ke luar negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan adat istiadat mereka, cara hidup mereka, budaya dan seni mereka. Seiring perjalanan serupa ini disatukan dengan kesempatan–kesempatan mengambil bagian dalam kegiatan–kegiatan budaya, seperti eksposisi seni (seni tari, seni drama, seni musik, dan seni suara), atau kegiatan yang bermotif kesejarahan dan sebagainya.
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri. Selain wisatawan dalam negeri, wisatawan Mancanegara pun sangat tertarik untuk melihat wisata budaya yang ada di Indonesia. Wisata budaya ini biasanya adalah ke suatu daerah yang penduduknya menjungjung tinggi adat atau ciri khas tertentu, contoh kampung naga, suku baduy di Banten, bali, pesta kematian Rambu Solo di Toraja, dsb

7. Wisata Berburu
Wisata Berburu ini banyak dilakukan di negeri–negeri yang memang memiliki daerah atau hutan tempat berburu yang dibenarkan oleh pemerintah dan digalakan oleh berbagai agen atau biro perjalanan. Wisata buru ini diatur dalam bentuk safari buru ke daerah atau hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah negara yang bersangkutan, seperti berbagai negeri di Afrika untuk berburu gajah, singa, ziraf, dan sebagainya. Di India, ada daerah–daerah yang memang disediakan untuk berburu macan, badak dan sebagainya, sedangkan di Indonesia, pemerintah membuka wisata buru untuk daerah Baluran di Jawa Timur dimana wisatawan boleh menembak banteng atau babi hutan. Mungkin Memancing juga bisa merupakan suatu wisata berburu yg trend di Indonesia tahun 2015.

8. Wisata Politik / Konvensi
Wisata jenis politik ini bisa dinamakan wisata konvensi. Berbagai negara pada dewasa ini membangun wisata konvensi ini dengan menyediakan fasilitas bangunan dengan ruangan–ruangan tempat bersidang bagi para peserta suatu konfrensi, musyawarah, konvensi atau pertemuan lainnya baik yang bersifat nasional maupun internasional. Jerman Barat misalnya memiliki Pusat Kongres Internasiona (International Convention Center) di Berlin, Philipina mempunyai PICC (Philippine International Convention Center) di Manila dan Indonesia mempunyai Balai Sidang Senayan di Jakarta untuk tempat penyelenggaraan sidang–sidang pertemuan besar dengan perlengkapan modern. Biro konvensi, baik yang ada di Berlin, Manila, atau Jakarta berusaha dengan keras untuk menarik organisasi atau badan–badan nasional maupun internasional untuk mengadakan persidangan mereka di pusat konvensi ini dengan menyediakan fasilitas akomodasi dan sarana pengangkutan dengan harga reduksi yang menarik serta menyajikan program–program atraksi yang menggiurkan.

B. Jenis – jenis Wisata berdasarkan Tipe Wisatawannya
Selain jenis jenis wisata, kegiatan wisata juga tergantung dari tipe – tipe wisatawan, berikut ini saya coba kelompokkan beberapa tipe wisatawan, sbb :
1. Wisata Petualang (Adventure Tourism)
Wisata Petualang ini adalah perjalan suatu wisata oleh wisatawan yang menyukai tantangan, seperti melewati medan yang berat dan keras sebelum mencapai tujuaan. Wisatwan ini juga selalu memilih daerah basru atau medan – medan baru yang belum pernah dikunjungi atau rute baru yang belum pernah dilewati. Wisatawan ini bisa juga melakukan perjalanan atau kegiatan di alam terbuka untuk melatih ketangkasan jasmani serta menyegarkan rohani dengan adanya resiko yang tinggi karena menuntut kemampuan wisatawan dengan dipandu oleh orang yang lebih berpengalaman dibidangnya.
Misalnya : Climbing, Mendaki gunung di Papandayan Garut, Watching Bird di savana TN. Baluran.
2. Wisata Khusus
Wisata khusus ini adalah suatu perjalanan wisata untuk menciptakan suatu kegiatan atau aktivitas tertentu, yang berkaitan dengan alam. Seperti Hiking, Pendakian Gunung, Trekking, Rafting disungai, Diving, Caving atau menelusuri Gua, Berburu, Berperahu, dan Memancing, Camping, Out Bond, Traveling, Touring dsb.
Ada juga wisata khusus ini lebih spesifik karena memerlukan kemampuan dan keahlian dalam suatu tempat khusus dan atau kegiatan tertentu. sehingga perlu sertifikat khusus dalam melakukan perjalanannya. seperti Night dive di pulau Halmahera, Paragliding di danau Toba.
3. Wisata Backpacker
Istilah Backpacking dalam bahasa Indonesia diartikan Tas Ransel atau Tas yang digendong dibelakang. Wisata Backpacker ini adalah wisatawan yang suka berwisata atau melakukan perlajanan ke suatu tempat tertentu hanya dengan membawa sebuah Tas dengan pakaian dan Barang secukupnya yang diangap perlu.
Selain itu Wisata Backpacking lebih Bebas mengatur waktunya sendiri dan biasanya dilakukan oleh anak muda. meraka lebih memilih Tidur ditempat yang sederhana tanpa mengeluarkan biaya besar ketimbang di Hotel. Atau menggunakan Alat Transportasi Umum dari pada harus menggunakan Bus Traveling.
4. Wisata Bisnis (Business Tourism)
Wisata Bisnis ini adalah perjalanan wisata dengan tujuan studi kelayakan usaha di daerah atau di negara yang dikunjungi.
Misalnya: Wisata belanja di Pasar Baru Bandun, Wisata belanja di pasar tekstil Tanah Abang Jakarta, Kebun kopi Gayo Aceh Tengah, seminar, kongres, studi banding, simposium.
5. Wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition)
Wisata MICE adalah perjalanan wisata dalam rangka mengikuti kegiatan atau menghadiri suatu acara pertemuan, perjalanan perusahaan, konvensi, maupun pameran atau sejenisnya yang diselingi dengan wisata saat waktu senggangnya.
Contohnya: Mengunjungi Coating Show, Mengunjungi event Inacraft JCC Jakarta, Perjalanan outing perusahaan, Pameran, dsb.

6. Wisata Volunteer (Voluntourism)
Adalah jenis wisata yang terbilang mulai eksis di Indonesia, yaitu wisata yang datang ke daerah tertentu dengan melakukan kegiatan seperti bakti sosial atau memberikan keahlian, kemampuan, pengalaman, hingga materi kepada tempat wisata yang dikunjungi, lalu diselingi dengan kegiatan wisata di daerah tersebut. Menjadi pengasuh Orang Utan di Kalimantan, konsep one traveller one book, hingga mengajar anak-anak di pedalaman Kalimantan.ya
Dari Jenis Jenis Wisata dan Jenis Jenis Wiisatawan yang twlah diulas diatas, proses wisata tidak akan terlaksana tanpa ada suatu niat atau motivasi untuk melakukan wisata. Maka dari itu saya akan ulas beberapa hal yang menjadi motivasi kenapa seseorang atau kelompok melakukan wisata.

MOTIVASI WISATA

1. Motivasi kebutuhan Fisikis ( Physical or physiological motivation )
2. Motivasi budaya ( Cultural motivation )
3. Motivasi jiwa sosial (Social motivation atau interpersonal motivation )
4. Motivasi karena Fantasi (Fantasy motivation)
5. Motivasi kebebasan ( Survival )
6. Motivasi Pembentukan Karakter
7. Vocational Tourism
1. Motivasi kebutuhan Fisikis ( Physical or physiological motivation )
Wisata yang didasari motivasi kebutuhan fisikis yaitu wisata yang berhubungan dengan sifat fisik atau fisiologis, dengan kata lain dorongan dari kondisi fisik kita karena kejenuhan atau kepenatan selama aktivitas keseharian atau aktivitas pekerjaan yg monoton atau mendapatkan presure yang tinggi sehingga perlu relaksasi. Bisa juga dorongan fisik yg terkena penyakit sehingga memerlukan rekreasi ketempat yg sejuk bersih dan polusi udara yg rendah. Jadi secara umum motivasi ini yg berhubungan dengan kondisi fisik dengan tujuan seperti relaksasi, kesehatan, kenyamanan, berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, bersantai, dan yang berhubungan dengan sifat fisik lainnya.
2. Motivasi budaya ( Cultural motivation )
Motivasi budaya adalah wisata yang di motivasi dari keingin tahuan budaya, adat, tradisi, dan kesenian di daerah lain. Hal itu juga termasuk ketertarikan dari berbagai objek peninggalan budaya atau bangunan yang bersejarah.
3. Motivasi jiwa sosial (Social motivation atau interpersonal motivation )
Social motivation atau interpersonal motivation atau motivasi yang mempunyai sifat sosial, yang memotivasi wisata ini untuk menjalin tali persaudraan seperti mengunjungi teman dan keluarga, menemui mitra kerja, melakukan hal yang dianggap mendatangkan gengsi, seperti nilai pretise, melakukan ziarah, dan melakukan pelarian dari situasi-situasi yang membosankan.

4. Motivasi karena Fantasi (Fantasy motivation)
Motivasi karena fantasi biasanya keluar karena keinginan merasakan suatu keadaan kondisi tertentu didaerah tertentu, dàn ini sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Biasanya kondisi tersebut muncul dari kepenatan atau kejenuhan atau perasaan bosan dengan keadaan sehari hari. Perasaan atau sensasi seseorang dalam suatu objeck wisata akan berbeda. Contohnya kita maen ke pantai bagi orang tinggal dipegunungan mungkin sensasinya wah, tàpi untuk orang pantai merupakan hal biasa, begitu juga sebaliknya. Atau orang kota ke pedesaan, dan sebagainya.
5. Motivasi kebebasan ( Survival )
6. Motivasi Pembentukan Karakter
7. Vocational Tourism
Motivasi karena kita memiliki waktu luang , sehingga pariwisata ini bertujuan untuk berlibur atau memanfaatkan waktu luang.
Biasanya mengunjungi suati tempat/daerah wisata tertentu, sepert : Berkunjung ke pulau seribu, pulau komodo , Candi Borobudur, dsb.
MANFAAT SETELAH MELAKUKAN WISATA
Setelah dibahas mulai dari Jenis-jenis Wisata, Jenis- jenis Wisatawan, dan Motivasi wisata, maka saya coba uraikan manfaat yang bisa diperoleh jika kita telah melakukan kegiatan wisata. Manfaat dari berwisata adalah sebagai berikut :
1. Penyegaran fisik dan mental
2. Pelepasan rasa lelah dan penat dari kejenuhan dan kegiatan rutinitas yang menjemukan
3. Meningkatkan jiwa sosial dan kebersamaan.
4. Relaxsasi dari ketegangan – ketegangan dan beban berat yg ada.
5. Sarana untuk mengekspresikan diri, mengeluarkan isi hati dengan melakukan komunikasi dengan wisatawan lain dan penduduk lokal yg ada di daerah wisata.
6. Menambah wawasan daerah wisata
7. Mendapatkan kebebesan dari berbagai aturan yg mengikat terutama bagi pekerja mendapatkan kebebasan waktu.
8. Untuk memperoleh hal-hal yang menyenangkan sehingga kehidupan ini terasa bahagia.
9. Bisa menggali dan memupuk potensi diri
Daftar jenis–jenis wisata dan tipe wisatawan ini bisa mengalami perkembangan dan perubahan, tergantung kapada kondisi dan situasi perkembangan dunia kepariwisataan. Pada hakekatnya semua ini tergantung kepada selera atau daya kreativitas para ahli profesional yang berkecimpung dalam bisnis industri pariwisata ini. Makin kreatif dan banyak gagasan–gagasan yang dimiliki oleh mereka yang mendedikasikan hidup mereka bagi perkembangan dunia kepariwisataan di dunia ini, makin bertambah pula bentuk dan jenis wisata yang dapat diciptakan bagi kemajuan industri ini, karena industri pariwisata pada hakikatnya kalau ditangani dengan kesungguhan hati mempunyai prospektif dan kemungkinan sangat luas, seluas cakrawala pemikiran manusia yang melahirkan gagasan–gagasan baru dari waktu–kewaktu. Termasuk gagasan–gagasan untuk menciptakan bentuk dan jenis wisata baru tentunya.
Artikel ini dibuat hanya untuk share untuk temen – temen di ulin bareng, mohon maaf jika ada yg tidak berkenan.

Jika temen-temen ada yg mau di share di web ini silahkan kirim email.
Terimakasih

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *