Traveloka Sambut Kesempatan Terlibat di Bisnis Umrah


Jakarta: Dua startup besar, Traveloka dan Tokopedia, sempat menghadiri undangan Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara dalam kunjungan kerja kenegaraan ke Kerajaan Saudi Arabia (KSA) pada 3 Juli 2019 lalu.
 
Public Relation Director Traveloka Sufintri Rahayu menjelaskan dalam kunjungan tersebut dibahas berbagai hal, termasuk di dalamnya penandatanganan kerja sama untuk melakukan kerja sama strategis dalam rangka menambahkan pengalaman maksimal dalam perjalanan umrah, melalui digitalisasi sistem umrah. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo) merasa Traveloka dan Tokopedia dapat menjadi narasumber yang baik untuk melalukan sharing informasi.
 
Pihaknya pun merasa bangga atas kesempatan yang diberikan oleh Kemkominfo untuk terlibat dalam inisiatif digital umrah. Dia meyakini tujuan dari inisiatif tersebut adalah untuk membantu memudahkan lebih banyak orang Indonesia agar dapat melaksanakan ibadah umrah.

Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami berharap kedepannya, dengan adanya kemudahan pada digitalisasi perjalanan umrah, akan semakin banyak orang Indonesia yang dapat melaksanakan ibadah umrah,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 23 Juli 2019.
 
Mengenai rencana ke depan, tentunya harus melalui berbagai proses diskusi dan koordinasi untuk mencapai sebuah bisnis model yang terbaik, di bawah koordinasi Kementerian Agama RI dan Kementerian Komunikasi dan Informasi RI.
 
“Mengenai keterlibatan Traveloka, kami juga tentunya akan selalu menjalanankannya dengan menimbang kepada aspek reputasi, visi dan misi perusahaan, serta regulasi pemerintah yang berlaku saat ini,” kata dia.
 
Dia menegaskan dalam pelaksanaan diskusi ini, tim terkait juga akan bekerja sama dan bermitra dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sebagai stakeholder utama dari bisnis perjalanan umrah sebaik mungkin agar dapat menciptakan pengalaman umrah yang mudah dan nyaman bagi masyarakat Indonesia.
 
Sebelumnya, Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag) sempat menggelar rapat bersama Traveloka dan Tokopedia. Perwakilan dari Kemenkominfo juga hadir dalam rapat tersebut.
 
Pertemuan ini merupakan upaya Kemenag untuk mendalami perkembangan teknologi informasi terkait penyelenggaraan ibadah umrah. Kemenag ingin menyamakan persepsi terkait inisiatif Kemkominfo mengembangkan umrah digital.
 
Pada pertemuan itu, Kemenag menekankan semua pihak terkait untuk mematuhi regulasi Undang-Undang (UU) Nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Aturan itu baru disepakati pemerintah dan DPR.
 
“Hasilnya ada kesepahaman bahwa pengembangan umrah digital harus berangkat dari prinsip penyelenggaraan umrah dilakukan oleh penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU),” tegas Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim.
 
Menurut Arfi, pengembangan umrah digital nantinya bersifat opsional atau pilihan. Artinya, masyarakat yang akan berangkat umrah bisa memilih dua cara. Pertama, mereka mendaftar di PPIU secara langsung sebagaimana yang berjalan selama ini. Kedua, mereka memilih paket PPIU yang ada di pasaran dengan keberangkatan tetap oleh PPIU.

 

(SAW)

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *