traveloka Othervisions

Bukan maksud saya menyekutukan Tuhan, tapi di kehidupan nyata beragama, ber-Tuhan, berdoa, dan sembahyang saja tidak cukup. Apalagi dunia abad kini, saat korupsi milyaran bahkan trilyunan mirip pekerjaan ‘halal’, belum lagi phk yang terjadi setiap saat. Kemiskinan dan pemiskinan, mengambil hak orang lain tanpa peduli rasa kemanusiaan sudah mirip mandi dua kali sehari. Jadi, menyikapi hidup mesti jelas, bersiasat agar bisa bertahan tanpa mengorbankan  etika dan moralitas. Di kondisi inilah saya menemukan ‘tuhan-tuhan’ baru, ‘tuhan’ yang luar biasa membantu mempermudah kehidupan manusia, tuhan alam nyata ini adalah bukalapak, tokopedia, gojek maupun traveloka.

Saya ingat sekitar empat tahun lalu, saat memulai usaha pembuatan sabun rumahan hanya bermodal Rp.50.000. Yah, uang segitu dilogika seperti apa pun tak bakalan cukup buat memulai usaha, kecuali dagang kecil-kecilan mirip jual krupuk, jual pisang goreng, dll. Tapi ini sabun yang tidak berbasis bahan kimia seperti SLS atau S Le S. Sabun yang mengandalkan minyak tumbuhan seperti sawit, kelapa, lalu soda api. Sabun yang memanfaatkan pewangi mirip daun pandan, bunga kenanga, atau pewarna mirip bubuk secang, kunyit, dan pembungkus ala kertas koran atau kertas kado bekas. Namun toh akhirnya usaha ini semakin maju berkat kerja keras dan belajar tak putus-putus (memelototi internet setiap malam, sekurangnya 3-5 jam untuk kursus gratis tentang sabun, tanaman herbal, dan proses kimia :P).

Perlahan, bahan-bahan yang saya butuhkan untuk membuat sabun pun meningkat. Tak hanya minyak sawit dan kelapa yang cukup dibeli di pasar atau minimarket samping rumah, tapi juga beragam minyak nabati seperti zaitun, almond, palm cornel, jagung, wijen, jarak, jojoba, juga beragam butter (cocoa, shea, mango, milk, ilipe). Belum lagi aneka minyak esensial yang jumlahnya kini mencapai hampir seratus, dan beragam bahan lainnya. Di mana saya memperoleh bahan-bahan tadi? Ya di toko onlen semacam bukalapak, tokopedia, dan belakangan shopee. Ketiga toko onlen itu paling banyak menyediakan bahan-bahan kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau, aman pembayarannya, dan kerap promo sehingga membantu usaha saya. Bukan saja bahan murah saya dapat, tapi juga saya tak perlu menaikkan harga produk yang keuntungannya tak seberapa ini. Maka, bagi saya ketiga toko onlen itu mirip ‘tuhan’ di alam nyata. Benar-benar mempermudah usaha dan hidup saya.

Sebagai contoh, dulu untuk membeli 1 liter minyak zaitun saya mesti ke toko di kawasan Ampel, Kampung Arab. Di sana, 300 ml minyak zaitun paling murah dihargai Rp.35.000. Kini, terutama Novemver ini, beli minyak zaitun di Bulakapak (yang lagi promo free ongkir J&T, atau Tokopedia yang free ongkir hingga Rp.40.000 dengan pembelian minimal Rp.100.000), saya cuma membeli minyak zaitun seharga Rp.80.000 dengan kualitas sama dengan di Ampel. Kalau butuh minyak jarak? Saya cukup membeli di distributor minyak jarak di Tangerang via Bukalapak, seliter dikirim menggunakan ekspedisi J&T tak sampai Rp.70.000.

Tentu saja, untuk memilih produsen di toko onlen di atas perlu kejelian dan ketelitian luar biasa, agar tak mendapat barang kualitas abal-abal alias aspal. Tapi karena sudah lebih 3 tahun menjadi pelanggan toko onlen (shopee kurang setahun), jadi mata pun awas memilih mana produsen berkualitas, mana yang suka menjual barang palsu. Pada produsen berkualitas, saya akan loyal membeli terus ke sana apalagi jika sedang banyak promo seperti November- Desember ini. Pada produsen tak berkualitas, yang juga hobi menaikkan harga di luar kewajaran, saya hanya biliang, percayalah produk Anda tidak akan ada yang melirik, karena konsumen generasi milenia sudah sangat cerdas. Continue reading →

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *