Tiga Hotel di Jogja, Ramah Anak, Aman di Kantong

Liburan Paskah yang lalu, kami ngejogja. Karena pas liburan, otomatis harga penginapan ikut melonjak. Sebagai emak-emak ekonomis, pilihan hotel tentu yang terjangkau sama budget liburan.

Karena saat itu kami harus ke gereja juga, saya mencari hotel yang dekat dengan gereja. Kemudian, dekat dengan stasiun. Ini karena di hari pertama dan terakhir, kami tidak menyewa mobil. Selain itu, hotel harus ada kolam renangnya. Ini nih yang sulit. Biasanya, hotel yang punya fasilitas kolam renang, harganya lumayan menguras kantong.

Le Krasak Hotel & Boutique

Akhirnya, saya memilih hotel Le Krasak. Tempatnya strategis, cuma lima menit naik becak dari Stasiun Lempuyangan. Untuk ke gereja Kotabaru juga tinggal jalan kaki sekitar 3 menit nyampe. Ada kolam renangnya. Harganya Rp 350 ribu tanpa breakfast dan Rp 400 ribu dengan breakfast. Lumayan kan ya.

Karena ini hotel butik, jadi jumlah kamarnya sedikit dan halamannya nggak terlalu luas. Dari depan, hotel ini nggak begitu menarik, ya. Tapi, ketika masuk, saya suka banget dengan desainnya yang model kolonial Belanda. Letaknya di dalam gang dengan jalan yang cukup untuk papasan dua mobil, bikin suasana hotel nggak terlalu riuh.

Cuma, saya sempat kecewa karena kolam renangnya nggak berfungsi karena masih dalam perbaikan. Waaah…tentu aja anak-anak gondok juga dong. Ditambah lagi, waktu breakfast, ternyata nggak buffet lantaran banyak tamu yang nggak ambil paket breakfast. Huaaah….gondoknya jadi bertambah banyaaakkk. 

Untungnya, bathroom di tiap room dilengkapi dengan bathtub. Anak-anak terhibur bisa berendam di situ. Gimana lagi, mau pindah hotel yang ada di dekat situ, harganya sudah selangit. Belum lagi lokasinya jauh dari gereja. Ya sudah lah, kami pun stay di Le Krasak dua malam dan memutuskan check out.

 

Zest Hotel

Hari ketiga di Jogja, kami pindah hotel di Zest Hotel. Lokasinya nggak jauh dari Le Krasak, sekitar sekilo, lah. Saya dapat harga lumayan murah sih. Di kala hotel sekitar berbanderol 500 ribu ke atas, di Zest Hotel cuma 350 ribu. Langsung aja klik book dari Traveloka.

Meski harga lebih murah dibandingkan hotel lain, kenyamanannya cukup lah. Room-nya bersih cuma agak sempit sih dibandingkan Le Krasak. Tapi, yang bikin anak-anak senang, apa lagi kalau bukan kolam renang indoor-nya. Dari hari pertama, mereka udah nggak sabar pengen berenang, baru kesampaian ketika di Zest ini.

Cuma sempat komplain ke resepsionis karena tidak ada sabun di kamar mama saya. Sudah menghubungi petugas saat menjelang malam, tapi dijanjikan sabun akan diisi di pagi harinya. Sampai kami check out sekitar pukul 09.00 pagi, sabun belum terisi juga. Untungnya, mama bawa sabun cadangan. Oia, area parkirnya nggak terlalu luas, tapi mereka punya fasilitas valet. Jadi, aman laahh…

 

D’Senopati Malioboro Grand Hotel

Ini nih hotel favorit anak-anak. Tahun lalu ketika main ke Jogja, kami menginap di D’Senopati selama empat hari tiga malam dan anak-anak puas menginap di sini. Makanya, ketika ke Jogja lagi 29 Maret-2 April lalu, mereka bolak balik reqest nginap di D’Senopati lagi.

Hotelnya nyaman dengan kamar lega plus tempat tidur yang luas. Soal lokasi, udah pasti bagus banget. Dekat dengan Taman Pintar. Cuma jalan sekitar 500 meter sudah sampai. Dengan gereja Katolik St Fransiskus Xaverius, Yogyakarta juga sekitar 300 meter. Mau ke Benteng Vanderburg bisa juga dengan jalan sekitar 500 meter.

Ditambah lagi, ada kolam renangnya. Breakfast-nya waktu pertama datang rasanya kurang mantap, tapi ketika kami datang untuk kali kedua, masakannya makin oke.

Pengennya sih selama di Jogja kemarin, ya nginepnya di sini, tapi harganya mahaaal…haha…untung aja di hari keempat (check in 1 April), ketika cek di Traveloka, harganya 350 ribu per malam. Gak pake lama, saya langsung book dua room untuk semalam di D’Senopati.

Jelas aja, anak-anak kegirangan ketika tahu bakal bermalam di hotel favorit mereka. Menariknya lagi, kami dapat connecting room dengan room yang lebih legaaaaa…Trus trus di dalam room, sudah tersedia teh, kopi, dua air mineral, dan Pop Mie sebagai komplimen untuk tamu.

Liburan empat hari di Yogyakarta, ternyata masih kurang aja ya…Kurang duitnya, maksudnya. Haha…Kota satu ini memang bikin nagih untuk balik lagi.

 

 

 

 

 

 

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *