Perihal Boikot Traveloka

Sedang viral aksi boikot Traveloka. Di sosial media berkelindan tager #uninstalltraveloka.

Lha saya, apa yang akan diuninstall? aplikasinya sudah saya hapus sejak lama. Namun bukan karena buruk management atau attitude ownernya, melainkan memang karena gawai saya yang made in Komunis China ini lemot akibat terlalu banyak aplikasi game yang diinstall oleh ‘teman kecil’ saya. Akibatnya terpaksa saya memilah-milah beberapa aplikasi yang tidak terlalu penting untuk diuninstall maka Traveloka termasuk salah satu yang terpilih. Lain ceritanya kalau smartphone saya Apple mungkin aplikasi itu masih ada dan akan selalu ada.

Sederhana saja. Diakui atau tidak memang Traveloka menawarkan harga yang kompetitive kalau tidak ingin menyebut murah ini alasan utama. Serta berbagai promo aktraktive pada season tertentu. Proses refound yang relative cepat ini alasan yang tak kalah penting.

Beberapa tahun yang lalu, karena signal yang buruk dan koneksi internet sempat terputus saat melakukan otorisasi pembayaran, akibatnya kartu kredit terdebet dua kali untuk satu tiket yang sama. Lalu saya menghubungi call centre. Oleh petugas call centre setelah mendengarkan kronologis yang saya paparkan. Saya diminta menunggu 3 minggu. Baru seminggu lebih saya cek, dana sudah dikreditkan ke kartu kredit saya.

Coba bandingkan dengan sebuah maskapai yang pailit pada awal 2013. Kebetulan saya menjadi salah satu korbannya. Dua tiket Jakarta-Padang hingga hari ini belum ada kejelasan dari proses refund tiket itu. Padahal saya sudah mengikuti prosedur refund yang disyaratkan oleh kurator yang ditunjuk menangani.

Tentu saat ini belum bisa dilihat apa efek signifikan dari aksi boikot ini. Tapi yang jelas, jika berkaca pada aksi boikot-boikot sebelumnya beberapa waktu yang lalu, agaknya boikot Traveloka kali ini tak akan terlalu berpengaruh pada perusahaan. Hal ini karena di aksi boikot produk oleh sejumlah orang terutama karena sentimen tertentu biasanya biasanya bersifat impulsif dan tidak jangka panjang. Hanya efek sesaat saja.

Just info untuk saat ini akun fanspage Traveloka memiliki 2.552.286 follower dan 2.551.800 liker. Di friendlist saya ada 32 teman yang like Fanspage Traveloka. Saat akan cek ulang beberapa bulan lagi seberapa besar penurunan follower dan liker dari fanapage ini. Setidaknya dari grafik fanspage ini dapat dilihat efektifitas aksi boikot ini.

Namun setiap orang pasti mempunyai pengalaman dan pandangan yang berbeda-beda dengan Tr*velo*ka.
Maka dari itu silakan uninstall atau install sesuai dengan kebutuhan dan pengalaman masing-masing.

Perihal Boikot Traveloka

http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/11/14/ozey1o257-ada-seruan-boikot-traveloka-ini-saran-anies-baswedan

****

Al Albana, Andalas, 26 Saffar 1439

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *