Korban “Refund” Misterius Tiket Lion Air Siapkan Pengacara

MAKASSAR, KOMPAS.com – Fyra, korban “refund” misterius tiket maskapai Lion Air, akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ia pun sudah menyiapkan pengacara.

Namun, sebelum menempuh upaya hukum, Fyra mengaku menyelesaikan masalah refund misterius ini secara kekeluargaan.

Ia pun dijanjikan akan dimediasi oleh Traveloka sebagai agen pembelian tiket daring, untuk membahas kasus refund misterius ini dengan pihak Lion Air.

“Saya dijanjikan akan dimediasi oleh pihak Traveloka. Besok saya akan bertemu dengan pihak Traveloka dari Jakarta. Seandainya tidak ada tanggapan dari Traveloka yang sedikit meredam, saya sudah tempuh jalur hukum. Saya sudah siapkan pengacara,” kata Fyra,¬†Selasa (11/7/2017).

Fyra belum tahu langkah mediasi apa yang akan dilakukan pihak Traveloka dan Lion Air.

“Saya belum tahu ke depannya mediasinya. Besok lah kita lihat. Jelas kasus saya ini, jangan terulang lagi kepada orang lain,” tuturnya.

Fyra kecewa, karena kedua orangtuanya, Mahadi dan Juwita, tidak bisa terbang dari Makassar ke Balikpapan. Padahal, dia sudah membeli tiket pesawat maskapai Lion Air melalui Traveloka.

Baca juga berita terkait: Viral, Beli Tiket Lion Air di Traveloka Batal Terbang karena Ada yang Me-“refund”

 

Ternyata, saat sudah di Bandara, tiket kedua orangtuanya itu disebut pihak Lion Air sudah ada yang melakukan refund atau pengembalian dana tiket dan berganti nama menjadi Linda.

Sementara itu, pihak Lion Air membantah telah melakukan pengembalian dana (refund) sepihak tiket atas nama Mahadi dan Juwita yang dibeli oleh Fyra melalui Traveloka.

“Kami tidak melakukan refund sendiri pak. Ibu Fyra sendiri yang menelepon bahwa batalkan tiket pesawat itu. Jelas kami tidak bisa melakukan pembatalan sendiri,” kata Public Relation PT Lion Air Grup cabang Makassar, Andi ketika dikonfirmasi via telepon selularnya, Selasa (11/7/2017).

Kompas TV Lion air adalah salah satu maskapai penerbangan yang punya berderet catatan buruk tentang keterlambatan sampai penundaan terbanyak.



Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *