Garuda dan Traveloka Kini Akur Lagi

Garuda dan Traveloka sempat menggelar pameran perjalanan yang berbeda dalam waktu bersamaan. Lalu tiba-tiba penerbangan Garuda dan Citilink menghilang dari Traveloka selama tiga pekan. Kini, kedua perusahaan ini sudah akur lagi.

Ketika tiga pekan terakhir Garuda dan Citilink hilang dari Traveloka, para pelanggan agen perjalanan online itu kebingungan dan bertanya-tanya. Mengapa hilang? Sampai kapan?

Komplain, pertanyaan, hingga umpatan itu tertuang di media sosial. Twitter, salah satunya. Sejak 7 Oktober hingga hari ini, 26 Oktober, setidaknya ada 191 kicauan yang mempertanyakan hilangnya dua penerbangan itu dari Traveloka. Ini belum termasuk kicauan yang menyebarkan berita-berita tentang hal yang sama.

Di antara kicauan itu, ada juga yang mengancam akan segera menghapus aplikasi Traveloka jika tak ada Citilink dan Garuda. “Maskapai favorit Citilink dan Garuda sudah enggak ada, ngapain pakai Traveloka lagi,” ujar akun @kawa_nita dalam kicauannya.

Akun resmi Traveloka dan Garuda Indonesia pun menjawab satu demi satu keluhan sang pelanggan. Traveloka memberikan jawaban adanya kesalahan teknis. Akun Garuda menjawab pertanyaan dengan meminta pelanggan membeli langsung di situs resmi Garuda karena tak ada persoalan teknis di internal maskapai itu.

Hari ini, saat dihubungi via telepon, Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Benny S Butarbutar mengatakan pihaknya sudah sepakat untuk membuka lagi penjualan via Traveloka. “Udah sepakat dibuka per hari ini, 26 Oktober 2016,” ujarnya kepada tirto.id.

Ketika dicek langsung ke Traveloka, penerbangan Citilink memang sudah ada, tetapi Garuda belum. Lalu tim tirto.id menghubungi layanan pelanggan Traveloka, menanyakan mengapa Garuda belum ada.

Jawabannya tak jauh beda dengan pekan lalu, saat tim juga menghubungi layanan pelanggan ini untuk meminta kejelasan. “Untuk sementara belum bisa diakses, kami masih membenahi sistem,” katanya. Sang customer service pun tak bisa memberikan jawaban pasti ketika ditanya kapan Garuda bisa diakses.

Namun, Benny memastikan kerja sama antara keduanya sudah kembali terjalin. Masih belum ditemukannya Garuda dalam pencarian Traveloka hingga tulisan ini diturunkan hanya karena penyesuaian sistem.

Benny juga menepis segala isu tentang Garuda yang menarik diri dari Traveloka lantaran sakit hati dengan Traveloka yang menggelar pameran perjalanan berbarengan dengan pameran milik Garuda. “Enggak, kami hanya sedang konsolidasi bisnis saja,” katanya.

Awal Oktober ini, kedua perusahaan memang menggelar travel fair atau pameran perjalanan yang terpisah secara bersamaan. Garuda Travel Fair (GATF) yang notabene adalah hajatan tahunan andalan Garuda Indonesia digelar pada 7—9 Oktober. Sementara Traveloka Online Travel Fair digelar lebih awal dan berakhir lebih lama, yakni 5—11 Oktober.

Materi iklan yang digunakan Traveloka juga tampak menyindir pameran milik Garuda. “Travel fair masa cuma satu airline? Nggak asyik ah! Kunjungi Traveloka Online Travel Fair, banyak airline, banyak bonusnya,” begitu narasi yang dipakai Traveloka dalam baliho yang dipasang di salah satu ruas jalan di Jakarta.

Dalam wawancaranya dengan beberapa media, pihak Traveloka juga menyebutkan kalimat “Tak perlu antre untuk berlibur ke destinasi impian.” Materi promosi ini tampak jelas menyindir GATF.

Tanggal 7 Oktober, tiket penerbangan Garuda dan Citilink mulai hilang dari Traveloka. Dari penelusuran sejumlah komplain di twitter, kicauan pertama yang menanyakan hilangnya Garuda di Traveloka tercatat pada tanggal 7 itu. Ia juga bertepatan dengan hari pertama pameran perjalanan yang digelar Garuda.

Pihak Traveloka sendiri tak merespon semua pertanyaan yang diajukan Tirto lewat email, telepon, maupun pesan singkat.

Garuda Indonesia dan Traveloka adalah dua perusahaan yang banyak penggemarnya leading di bidangnya masing-masing. Garuda di bidang angkutan udara, dan Traveloka di bidang agen perjalanan online.

Traveloka adalah salah satu agen perjalanan online yang dekat dengan generasi milenial Indonesia. Ia pertama kali digagas oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert pada 2012. Misi mereka adalah menciptakan sebuah cara memesan tiket pesawat yang mudah digunakan.

Harga yang muncul di awal pencarian pun merupakan harga total yang harus dibayarkan. Ia sedikit berbeda dari situs pemesanan tiket kebanyakan, yang menambahkan biaya-biaya lain di akhir, ketika pengguna ingin melakukan pembayaran.

Pendanaan pertama Traveloka berasal dari East Venture. Lalu pada 2013, Ferry dan kawan-kawan kembali mendapat pendanaan dari Investasi Seri A dari Rocket Internet. Traveloka termasuk start-up yang gencar promosi lewat iklan, terutama iklan televisni. Pengeluaran belanja iklan Traveloka telah mencapai Rp547 miliar.

Tahun 2014, Traveloka tak hanya tempat untuk memesan tiket pesawat, tetapi juga hotel. Cara pemesanan hotel lewat Traveloka juga sesederhana proses pemesanan tiket pesawatnya. Di tahun yang sama, Traveloka meluncurkan aplikasi untuk iOS dan android. Hanya butuh setahun bagi Ferry dan timnya untuk mencetak angka satu juta unduhan.

Kini, aplikasi android Traveloka sudah diunduh lebih dari lima juta kali. Salah satu pesaingnya, Tiket.com hanya diunduh satu juta kali.

Sementara itu, Garuda Indonesia adalah maskapai terbaik di Indonesia yang menjadi pilihan kelas menengah ke atas dan perjalanan bisnis hampir seluruh perusahaan serta instansi pemerintahan. Meskipun secara bisnis perusahaan pelat merah ini tengah merugi, tetapi secara kualitas maskapai dan pelayanan, ia menjadi yang terbaik.

Hubungan antara Garuda dan Traveloka semestinya adalah hubungan rekan bisnis, bukan pesaing. Sebab keduanya saling membutuhkan, dan tidak berada dalam satu lini bisnis yang sama.

(tirto.id – Bisnis)

Reporter: Wan Ulfa Nur Zuhra
Penulis: Wan Ulfa Nur Zuhra
Editor: Maulida Sri Handayani

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *