Energi Positif Untuk Semua, Jadi Bisa Dengan Traveloka

Beberapa orang memiliki banyak cara untuk bisa menikmati hidup yang mereka jalani. Sebagian menghabiskan waktu untuk membahagiakan orang lain, dan sebagiannya lagi mencoba untuk membahagiakan diri sendiri. Meskipun keduanya harus seimbang, namun pada kenyataannya ternyata menjadi seimbang itu susah juga. Kadang demi menyenangkan diri sendiri, seseorang lupa caranya menghargai orang lain. Atau, karena terlalu sibuk untuk menyenangkan orang lain, seseorang lupa menyenangkan dirinya sendiri.

Seorang karyawan kantoran bekerja setiap harinya dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, lalu aktivitas tersebut kembali terulang di esok harinya. Tak jarang dibumbui dengan tuntutan lembur dan drama atasan yang banyak maunya. Apa yang ia kejar? Ya, tentunya untuk meningkatkan derajat hidup orang-orang yang menjadi prioritasnya, mungkin orang tuanya, mungkin keluarga kecilnya, atau saudara dekatnya.

Seorang mahasiswa dengan rutinitas yang lebih fleksibel, ternyata lekat juga dengan rentetan aktivitas penunjang nilai di kampus. Sekali seminggu ia melakukan rapat mingguan bersama anggota organisasinya demi mencapai syarat partisipasi mahasiswa di kampus. Malamnya ia sibuk menjadi asisten dosen guna menambah uang sakunya. Apa yang ia kejar? Ya, tentunya tingkatan hidup yang lebih tinggi, untuk lulus dan menggapai cita-cita yang sudah diimpikan.

Seorang siswa dengan rutinitas yang lebih monoton dari karyawan dan mahasiswa juga tak kalah sibuknya. Ada berbagai macam les dan bimbingan belajar yang harus ditempuh seusai bertempur di sekolah dari jam 7 pagi sampai jam setengah 3 sore. Ada tuntutan ekstrakulikuler yang menjadi penilaian wajib dalam rapornya. Ada juga tuntutan ranking yang seringkali menjadi pembanding antara siswa yang satu dengan yang lain. Selain ranking, seringkali ia dihadapkan dengan berjuta tawaran olimpiade mata pelajaran yang hadiahnya sagat bernilai, biasanya bebas masuk jenjang sekolah selanjutnya. Apa yang ia kejar? Ya, tentunya penilaian dari orang tua, teman, dan teman orang tuanya.

Adapun seorang pensiunan dengan aktivitas yang sangat lengang dari sebelumnya. Ia merasa santai dan senang di awal tahun menghadapi masa pensiun. Namun, tahun berikutnya ia mulai khawatir dan cemas akan kebutuhan finansialnya nanti. Harga bahan rumah tangga yang makin mahal, anaknya masih mengenyam bangku kuliah dan rentetan biaya kuliah yang beragam. Rasa takut bila uang tabungan tidak cukup dan tidak bisa menghidupi keluarganya pastinya akan selalu ada. Akhirnya demi menambah pasokan dana segar di dompet, ia harus bangun pagi untuk membeli bahan masakan dan menjualnya di warung kecilnya. Bahkan ia mengosongkan dua kamar di rumahnya dan menyewakannya untuk kos-kosan. Apa yang ia kejar? Ya, kesejahteraan keluarganya.

Seorang lanjut usia memiliki hari yang rasanya selalu sama. Setiap hari ia melihat anaknya berangkat kerja, lalu cucunya berangkat kuliah, dan cicitnya berangkat sekolah. Ia di rumah dengan situasi yang sama dan aktivitas yang sama. Jika nanti anak, cucu, dan cicitnya sudah pulang, kadang mereka sibuk dengan tuntutan mereka sendiri-sendiri seperti lanjut virtual meeting dengan atasan, lanjut mengerjakan PR dari guru, dan lanjut kerja kelompok di rumah teman. Ia berpikir, yang penting saya masih bisa makan dan tinggal di sini saja, saya sudah senang. Kenyataannya ada beberapa lansia yang tinggal jauh dari anaknya, apalagi cucu dan cicitnya. Para lansia yang memiliki aktivitas jauh lebih monoton dari kita, yang selalu sabar dan menebar seyum bagi anak, cucu, dan cicitnya. Apa yang ia kejar? Ya, kebahagiaan orang yang disayangi dan kedamaian hatinya.

Seorang karyawan, mahasiswa, siswa, pensiunan, dan lansia memiliki hak yang sama dalam menghidupi hidup. Salah satunya adalah hak untuk memperoleh energi positif dari orang lain atau dari hal baru. Energi positif bisa datang dari mana saja termasuk dari liburan. Liburan yang saya maksud bukanlah liburan yang melulu tentang berhura-hura menghabiskan uang pribadi. Namun, yang saya maksud adalah liburan yang sederhana saja seperti jalan-jalan di tempat hiburan/rekreasi, jalan-jalan singkat di dalam/luar negeri, sekedar menginap di hotel/villa di suatu daerah yang tenang dan nyaman. Sayangnya dengan alasan keterbatasan waktu, jangkauan, dan pengetahuan tentang lokasi liburan yang dituju seringkali menggagalkan usaha mereka untuk mendapatkan energi positif tersebut. Banyak orang malas untuk berspekulasiapalagi untuk ribet pesan kamar hotel lewat telephone, atau mengantri tiket masuk tempat hiburan, belum lagi kesusahan mencari lokasi hotel yang dipesan, masalah ini itu yang mungkin timbul dari liburan yang tidak terencana dengan jelas sehingga menimbulkan pembengkakan biaya. Aduh, pasti males banget kan?

Oh iya, kalau bercerita tentang liburan, saya jadi ingat masalah yang sering muncul sewaktu rekreasi. Sewaktu saya SD, setiap 6 bulan sekali kantor orang tua saya mengadakan rekreasi bagi karyawannya. Destinasinya beragam dan salah satunya adalah Kota Batu. Ketika rekreasi ini dilaksanakan tidak semua rekreasi bisa dikatakan sukses khususnya tentang hotel yang kami pilih. Meskipun beberapa hotel sesuai dengan harapan kami, namun adapula juga hotel yang berbeda jauh dengan harapan kami. Sehingga, seringkali terdengar komplain dari anggota rekreasi kepada panitia, misalnya tentang kolam renang yang tidak berfungsi, air panas yang mati, sprei yang tidak rapi, taman bermain yang rusak, dll. Sebenarnya apa sih penyebabnya?

Dulu saya memang suka iseng dan terlalu penasaran, sehingga saya ide bertanya ke Bapak saya seperti ini :

“Kenapa sih pak kok kita nginap di hotel yang kayak gini?”

“Karena kita tidak tahu kalau hotelnya belum seperti ini”

“Memangnya tidak ada gambarnya?”

“Ada, tetapi adanya gambar lama di brosur”

“Apa kita tidak boleh lihat gambar barunya?”

“Ya bisa, tetapi kita kebetulan tidak survei lokasi jadi cuma pesen via telepon”

-Andai saja ada alat untuk mengetahui keadaan hotel tanpa harus survei- batin saya waktu itu.

Sekarang tepat di depan saya, sudah ada aplikasi Traveloka yang menjawab semua keraguan saya. Traveloka hadir dengan beragam fitur yang menarik, salah satunya adalah fitur pemesanan hotel. Meskipun terkadang jika liburan kita seringkali melupakan tentang hotel, namun jangan lupa bahwa kualitas tidur juga akan sangat menunjang kesuksesan liburan kita loh. Sebuah studi menyatakan ketika kita tidur nyenyak, tubuh akan bekerja membuang racun, memperbaiki sel-sel tubuh dan otak kita. Sehingga, ketika kita terbangun badan menjadi lebih segar dan siap menjalani rentetan acara liburan yang sudah kita rencanakan. Nah, untuk menjawab keraguan kita selama merencanakan liburan, Traveloka hadir dengan fitur pemesanan hotel yang keren sekali. Terdapat banyak keuntungan jika memesan hotel dengan menggunakan aplikasi Traveloka, yaitu sebagai berikut :
1. Check-in Bebas Masalah

Dengan adanya fitur StayGuarantee tidak akan ada lagi masalah check-in. Traveloka memberikan keyakinan pada para pelanggannya bahwa jika terjadi permasalahan check-in, seperti nama tidak terdaftar dan kamar tidak tersedia maka Traveloka akan selalu siap sedia membantu pelanggannya. Sehingga, liburan akan bebas dari masalah check-in.

2. Liburan Terasa Lebih Sukses

Terdapat beragam jenis hotel yang tersedia di aplikasi Traveloka sehingga akan semakin mempermudah pelanggan untuk memilih hotel yang cocok dengan liburan yang mereka idam-idamkan. Selain itu tidak hanya hotel saja yang tersedia di Traveloka, adapun villa dan apartmen yang disewakan. Jika kita membawa balita, atau lansia dalam rencana liburan kita, pasti akan ada lebih banyak hal yang harus dipertimbangkan khususnya dari segi kamar hotel. Aplikasi Traveloka selalu menyajikan informasi yang akurat, sehingga pelanggan tidak akan kecewa apalagi tentang keadaan hotel yang tidak sesuai di gambar, atau fasilitas yang berbeda karena Traveloka menyajikan informasi yang apa adanya. Jika sudah cocok dengan penginapannya, maka liburan akan terasa “kita banget” kan?

3. Rencana Perjalanan Menjadi Lebih Jelas

Salah satu masalah gagalnya liburan adalah karena rencana perjalanan liburan tidak jelas. Kita jadi tidak bisa mengestimasi kira-kira seberapa jauh jarak antara hotel dengan tempat wisata. Nah, Traveloka membantu kita menyelesaikan masalah tersebut dengan menyediakan demografis lokasi hotel kita. Selain itu, Traveloka juga selalu menampilkan testimoni dari pelanggan yang sudah pernah menggunakan hotel yang kita pilih beserta rating nya. Sehingga rencana perjalanan kita akan menjadi lebih jelas, dan liburan semakin tenang.

4. Bayar Didepan Puas Dibelakang

Soal bayar membayar memang paling lekat dengan kata liburan. Masalahnya biasanya ada biaya tambahan yang harus kita keluarkan dibelakang karena ada beberapa syarat dan ketentuan berlaku yang tidak dicantumkan. Tetapi tidak untuk Traveloka, karena harga yang ditawarkan oleh Traveloka adalah harga final. Tentunya hal ini akan sangat membantu kita yang akan berlibur supaya kebutuhan anggaran liburan dapat cepat dialokasikan. Selain itu metode pembayaran Traveloka juga sangat beragam, seperti melalui kartu debit/kredit dan membayar melalui minimarket.

5. Tidak Akan Pernah Lupa Untuk Liburan

Mengingat kebutuhan untuk liburan adalah sesuatu yang tidak kalah pentingnya dengan mendapatkan uang atau pujian dari atasan di kantor maka, Traveloka akan selalu mengingatkan kita untuk tidak lupa berlibur. Kita harus selalu ingat kalau energi positif datang salah satunya dari liburan. Melalui promo yang disajikan dan iklan-iklan yang bayak kita lihat di media informasi, maka kita tidak akan lupa untuk berlibur.

Lima keuntungan Traveloka diatas sangat membantu para calon pelanggan untuk merencanakan liburan. Traveloka akan memudahkan kita untuk menyusun rencana liburan yang lebih jelas dan “kita banget”. Kita tidak akan malas lagi untuk liburan karena sudah tidak ada lagi ribet-ribetnya menyusun liburan. Hanya melalui PC atau smartphone saja, kita bisa membuat liburan yang tadinya ada di ujung tanduk kini hanya ada di pelupuk mata. Sekarang sudah saatnya antara membahagiakan diri sendiri dan membahagiakan orang lain menjadi seimbang dan semua jadi bisa liburan dengan Traveloka. Terimakasih Traveloka karena sudah menjawab mimpi saya 12 tahun lalu dan sudah mewujudnyatakan liburan untuk semua.

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *