BPKN Terima Aduan Curang Traveloka, Lazada hingga Tokopedia Okezone Nasional

JAKARTA – Keluhan soal belanja online mendominasi aduan ke Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) pada 2018. Keluhan perihal belanja online jadi keluhan terbesar kedua yang diterima BPKN setelah aduan dari konsumen bidang perumahan.

Wakil Ketua BPKN Rolas Sitinjak mengungkapkan bahwa keluhan soal belanja online mencapai 40 dari total sekira 500 aduan yang diterima BKPN. Jumlah tersebut bahkan menyeret beberapa nama e-commerce besar seperti Traveloka, Lazada dan Tokopedia.

“Paling banyak (keluhan) itu Traveloka, bahkan sampai ada gugatan. Biasanya mereka menggugat langsung ke Singapura,” jelas Rolas kepada wartawan, Senin (17/12/2018).

Selain Traveloka, keluhan juga datang dari Lazada dan Tokopedia. Menurut Rolas, banyak pelanggan yang merasa tertipu dengan transaksi jual beli di nama e-commerce besar tersebut. Namun, ia tak bisa merinci detail jumlah masing-masing keluhan dari tiga e-commerce besar tersebut.

“Mungkin karena mereka besar jadi banyak masalah juga,” jelasnya.

Salah satu keluhan yang disampaikan, jelas Rolas, adalah program flash sale. Menurut Rolas, pada Mei lalu, seseorang melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan karyawan Tokopedia. Korban melaporkan bahwa kartu kreditnya sudah tertagih pembayaran meskipun transaksi belum dianggap berhasil di Tokopedia.

“Dari bank-nya sudah ada laporan sukses, tapi transaksinya tak kunjung berhasil, tidak ada kabar,” jelas Rolas.

BKPN memprediksi bahwa laporan mengenai dugaan penipuan e-commerce akan terus meningkat. Hal tersebut seiring dengan makin banyaknya konsumen belanja online dibanding konsumen di pusat perbelanjaan. Pemerintah pun diminta tegas dalam menangani hal ini.

(Baca Juga: Harbolnas 2017 Diwarnai Diskon Palsu, Lazada: Kita Selidiki Terus)

“Hal ini akan diperkuat oleh semakin tingginya lalu lintas e-commerce lintas batas,” imbuhnya.

Selain itu, Ketua Umum Indonesia E-commerce Asociation (IdEA) Ignatius Untung mengingatkan kepada konsumen untuk berhati-hati terkait manajemen e-commerce yang tak merespons pengaduan atau penyelesaian masalah secara berbelit-belit. Untuk menghindari hal itu IdEA saat ini sedang merumuskan peta jalan (roadmap) mengenai perlindungan konsumen.

“Nanti pada akhirnya akan men-sertifikasi platform e-commerce berdasarkan kualitas layanan dan penanganan komplain,” tutur dia.

Dalam penyusunan tersebut, IdEA akan mengajak serta pemerintah seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian dan Informatika. “Kami juga terbuka jika BPKN dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mau bekerja sama untuk menindaklanjuti hal ini dengan kami sebagai mediator,” pungkas Untung.

(kha)

  • ##Traveloka
  • #Tokopedia
  • #Lazada
  • #BPKN

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *