Berkat Traveloka JadiBisa Menemukan Hotel Sentral

Hotel Sentral merupakan salah satu hotel di Kuala Lumpur hasil coba-coba yang saya pesan lewat Traveloka. Dari coba-coba akhirnya menjadi cocok dan nyaman disaat saya dan suami menjalani program bayi tabung (IVF).

Hotel Sentral saya temukan waktu mau booking hotel di Traveloka berdasar daerah yang saya mau yaitu KL Sentral dimana KL Sentral merupakan pusat transportasi di Kuala Lumpur kemudian lihat harga per malam, baru lihat fasilitasnya. Setelah itu banyak daftar pilihan hotel-hotel yang sesuai kriteria yang saya cari tidak cuma 1..2 tapi puluhan dan beragam macamnya dari harga, bintang 1 sampai 5, fasilitas hotel, dll.

Akhirnya saya filter lagi berdasar harga per malam antara Rp 250.000-Rp 500.000 mengingat saya akan tinggal selama 2 minggu, maunya yang tidak terlalu mahal, fasilitas sesuai kriteria, bersih dan ulasannya positif. Di antara pilihan yang ada, muncullah nama Hotel Sentral ini. Saya langsung lihat fasilitas yang tersedia karena untuk program IVF diperlukan kulkas untuk menyimpan obat suntik. Ini salah satu yang saya suka dari Traveloka karena detail fasilitasnya sesuai dengan yang dijabarkan.

Selain itu terdapat pilihan kamar yang ada pembatalan gratis atau pun tidak. Hal ini menguntungkan bagi saya bilamana belum ada tanggal pasti mulai programnya kapan, baru perkiraan saja.

Letak Hotel Sentral tergolong strategis di jalan Thambipillai, Brickfields yang hanya perlu jalan beberapa menit saja ke KL Sentral. Sebenarnya kita program IVF di rumah sakit TMC (Tropicana Medical Centre) Kota Damansara yang kurang lebih sekitar 1 jam dari KL Sentral pakai bis rapid atau pun MRT. Dulu awal program pernah kita coba tinggal di hotel daerah rumah sakit tapi fasilitas hiburan maupun makannya menurut kami kurang variasi. Kalau untuk saya pribadi yang selama program hanya istirahat di kamar sih tidak masalah ya, tapi kasihan suami yang bertugas menemani saya karena biasa kita tinggal sekitar 2 minggu.

Kalau ke Kuala Lumpur tujuan hanya konsultasi biasa atau cuma liburan, pilih sembarang hotel tidak masalah yang penting harga terjangkau, ulasannya bagus dan tidak terlalu melihat fasilitas hotel. Tapi kalau pilih hotel untuk tinggal 2 minggu selama menjalani program IVF, pilihan kami tetap kembali ke Hotel Sentral karena selain bersih, lokasinya strategis dimana cari makannya mudah dan banyak pilihan dari makanan ala warteg hingga restoran mahal, dekat dengan mall NU Sentral plus ada klinik yang bisa didatangi kalau pas waktunya jadwal suntik.

Apabila ditanya kenapa kok memilih tinggal di hotel bukan di apartemen? Karena sejak awal program kami sudah menikmati tinggal di hotel yang bagi kami praktis dan dari segi biaya tidak jauh beda dengan apartemen. Selain itu, waktu program IVF kami hanya pergi berdua saja tidak pernah bawa rombongan, jadi tidak membutuhkan ruangan yang luas. Sedangkan urusan makan kami lebih suka beli di luar daripada repot masak sendiri, dan kalau mau bersihin kamar kami serahkan ke cleaning servicenya hotel, kita tunggu di lobby.

Untuk masalah harga per malamnya, harga yang diberikan oleh Traveloka biasanya merupakan harga final yang artinya tidak ada biaya lainnya yang perlu kita bayar waktu check-in. Tapi hal ini tidak berlaku untuk pemesanan hotel di Malaysia karena sayangnya mulai 1 September 2017 kemarin diterapkan pajak turis sebesar MYR 10 per malam per kamar yang harus dibayar bagi tamu hotel yang bukan warga negara Malaysia. Pajak turis ini belum termasuk dalam harga kamar di Traveloka (hotel di Malaysia) dan harus dibayar waktu check-in di resepsionis hotel. Tapi dari pihak Traveloka sendiri sudah memberikan keterangan sewaktu kita memilih tipe kamar dan mau mulai proses memesan kamar.

 

Dari pengalaman seringnya menginap di hotel Sentral, pelayanan di hotel Sentral tidak pernah mengecewakan. Semuanya ramah dan cepat tanggap. Pernah dulu waktu saya sendiri menginap di hotel Sentral 2 hari untuk konsultasi dokter dan perlu kulkas untuk menyimpan obat yang akan saya bawa ke Indonesia…apesnya saya mendapat kamar yang kulkasnya tidak dingin. Saya komplain ke resepsionis dan tidak lama setelahnya ada petugas yang melihat kondisi kulkas yang ada di kamar lalu pergi dan kembali lagi membawa kulkas pengganti.

Pengalaman menginap lagi di hotel Sentral waktu saya dan suami mau mulai program yang mengharuskan kami tinggal di Kuala Lumpur selama 2 minggu. Dari Indonesia kami sudah booking ‘xpress room’ yang room only (tanpa jendela) via Traveloka dimana harga ‘xpress room’ biasa paling murah diantara kamar-kamar yang ada di hotel Sentral. Sejak booking kamar dari Indonesia sih sebenarnya sudah sesadar-sadarnya kalau ruangannya tanpa jendela dan sempit (sesuai deskripsi yang Traveloka berikan), tapi masih bisa berpikir selama ada TV dan wifi tidak masalah. Realitanya waktu mendekati hari h mulai ragu-ragu bisa betah engganya. Mau ganti kamar yang ada jendelanya tapi kok sudah terlanjur pesan 2 minggu yang tanpa pembatalan gratis. Akhirnya kita memutuskan mencobanya dulu tapi baru beberapa jam di kamar, kita kok merasa AC nya tidak dingin. Kita komplain ke resepsionis dan minta diperbaiki. Seperti biasa, ada petugas yang datang ke kamar untuk cek AC. Petugasnya bilang AC nya memang rusak, silakan kembali ke resepsionis untuk minta pindah kamar. Akhirnya mereka menyuruh kita pindah kamar dan yang tidak kita sangka, kita dikasih ‘superior room’ dimana ruangannya lebih luas, ada jendelanya dan tentu saja ada kulkas yang dingin di dalamnya. Namanya juga rejeki anak sholeh, masa ditolak?

Sejak pengalaman inilah, saya dan suami kalau diharuskan tinggal lama di Kuala Lumpur untuk menjalani program, kita booking kamar di Hotel Sentral yang jenis ‘superior room’ karena jenis kamar ‘xpress room’ menurut saya cocok bagi yang lebih banyak aktifitas di luar ketimbang di hotel karena ukuran kamar yang lumayan sempit, meski fasilitas di dalam kamar tetap ada kulkasnya.

 

Untuk transaksi pembayaran sebenarnya Traveloka punya banyak pilihan dari kartu kredit, transfer, atm, bca klikpay, mandiri debit, dll. Tapi seringnya saya pakai sistem transfer via klikbca nya suami yang sampai sekarang karena seringnya transfer ke Traveloka, daftar rekening tujuan ke Travelokanya sendiri sampai ada 6 nomor rekening.

Dari sistem pembayaran Traveloka yang banyak pilihan, memudahkan kita untuk memperpanjang menginap di Hotel Sentral. Waktu itu mau perpanjang tapi kita tidak bawa klikbca…akhirnya kita memakai pilihan membayar pakai kartu kredit yang prosesnya bisa cepat tanpa kita harus keluar dari kamar. Besoknya sebelum waktu check-out, kita langsung saja ke resepsionis dan menunjukkan bukti pemesanan untuk hari selanjutnya dari Traveloka.

Kita cenderung booking lewat Traveloka ketimbang bayar ke resepsionis karena sebelumnya kita sudah survey harga dan ternyata harga kalau bayar di resepsionis lebih mahal ketimbang harga di Traveloka yang ada promonya. Apalagi kita perpanjang menginapnya bukan 1..2 hari tapi 1 minggu, lumayan kan selisihnya bisa untuk yang lain.

Kalian yang mau ke Kuala Lumpur, masih bingung mau menginap dimana…jangan ragu untuk mencarinya lewat Traveloka karena berkat Traveloka saya #JadiBisa menemukan hotel yang sesuai kriteria dan Hotel Sentral adalah salah satu hotel rekomendasi dari saya. Meski interior di Hotel Sentral sedikit kuno tapi kamarnya bersih, tidak ada bau aneh, fasilitas oke, lokasi strategis, wifi kencang, dan harga terjangkau. Tidak diragukan lagi, kami pasti akan kembali menginap ke Hotel Sentral lagi meski hanya untuk liburan.

Apalagi sekarang ini di Traveloka setiap Rp 10.000 yang kita belanjakan untuk beli tiket pesawat, hotel atau paket pesawat plus hotel akan mendapatkan 4 poin untuk hotel dan 1 poin untuk tiket pesawat. Dimana 1 poin bernilai Rp 100 dan dapat kita tukarkan dengan diskon untuk transaksi berikutnya. Lumayan kan kalau kita transaksi lewat Traveloka terus? Diskon yang didapat makin besar, saya pun makin senang.

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *