Belajar Bisnis dari Ferry Unardi, Seorang Pendiri Traveloka yang Sukses

101red.com – Traveloka tentu sudah tidak asing lagi bagi Anda yang sering menggunakan jasa penerbangan untuk bepergian dari satu kota ke kota lain. Website yang satu ini menjadi solusi jitu untuk mempermudah perjalanan Anda menjadi lebih aman dan nyaman.

Menjadi website populer dan sukses seperti sekarang tentu tidak mudah. Berikut ini kisah perjalanan Ferry Unardi seorang pendiri Traveloka yang bisa menjadi modal belajar bisnis Anda.

Traveloka merupakan website yang memfasilitasi konsumen dari berbagai kota di Nusantara untuk emndapatkan pernebangan sesuai dengan budget yang ia miliki. Selain itu, website ii juga memfasilitasi konsumennya untuk mendapatkan tiket kereta atau pesan hotel sekaligus. Berbagai fitur dan fasilitas yang ada pada Traveloka tentu tidak lepas dari tangan dingin Ferry Unardi.

Ferry Unardi lahir pada tahun 1988 dimana ia sudah menyukai dunia matematika dan engineering sejak masih remaja. Ia menempuh pendidikan Strata 1 jurusan Computer Science and Engineering di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat. Setelah lulus kuliah, Ia diterima bekerja di perusahaan milik Microsoft.

Setelah 3 tahun bekerja, ia menyadari bahwa ada yang kurang dalam karirnya dan menganggap bahwa dirinya terjebak di dunia yang sama. Ia merasa bahwa dia tidak akan menjadi seorang engineer terbaik. Sehingga ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan menyusun perusahaan start up.

Ferry Unardi atau lebih akrab disapa Ferry menyadari bahwa kemampuannya di bidang bisnis masih sangat kurang. Sehingga ia memutuskan untuk mengambil pendidikan MBA di Harvard University. Tetapi ia hanya berjalan 1 semester saja, karena lebih memilih fokus pada bisnis yang ia kembangkan.

Ferry bersama Albert Zhang dan Derianto Kusuma mendirikan Traveloka pada tahun 2012. Konsep dari travelokas sendiri adalah membantu konsumen untuk memperoleh perbandingan harga tiket pesawat dan mendapatkan harga tiket terbaik. Konsep tersebut berasal dari pengalaman pribadi karena Ferry sering kesulitan untuk mendapatkan tiket pulang dan ketepatan waktunya.

Setelah mempresentasikan secara singkat mengenai konsep dari traveloka, Anda beberapa investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya. Pendanaan awal datang dari East Ventures pada tahun 2012. Pendanaan diperkuat lagi oleh Global Founders Capital pada tahun 2013.

Setelah memperoleh modal yang cukup besar, ada masalah lain yang perlu diselesaikan. Ferry dan kawan-kawannya tentu harus menjalin kerjasama dengan maskapai penerbangan. Ia harus bisa meyakinkan konsumen bahwa dirinya bisa membantu maskapai mengisi kursi kosong di setiap jadwal penerbangan.

Usahanya tidak sia-sia, karena ia berhasil untuk meyakinkan konsumen dan pihak maskapai penerbangan. Ferry memiliki prinsip bahwa jika ia memberikan pelayanan terbaik, makan selanjutnya konsumen maupun client akan datang dan tidak akan memandang sebelah mata.

Akhirnya Ferry dan kawannya berhasil mengembangan bisnis start up tersebut. Sekarang Traveloka menjadi start up nomor 1 di bidang jasa situs reservasi. Pengembangan dari traveloka sendiri terus ditingkatkan.

Website Traveloka yang dulunya hanya bisa diakses lewat PC, sekarang bisa Anda akses melalui telepon genggam dalam bentuk aplikasi gratis. Dengan adanya pengembangan aplikasi gratis traveloka tentu jauh lebih memudahkan para pengguna atau konsumen untuk menikmati layanan tersebut.

Baca juga: Gaya Hidup Orang Kaya Perlu Anda Tiru.

Banyak hal yang bisa Anda pelajari dari Ferry Unardi untuk menggapai keinginannya. Bisnis sukses dalam perkembangan start up tentu tidak lepas dari kerja keras yang ia kerjakan. Semangat, tidak mudah mudah menyerah dan terus belajar menjadi modal utama untuk menjalani bisnis.

daftar belajar jualan online di 101red

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *