7 Manfaat dan 5 Resiko yang Perlu Anda Ketahui Memakai

Kini, melalui smartphone, Anda bisa pesan transportasi publik ojek, motor atau mobil melalui aplikasi online.

Pada kesempatan ini, saya coba bagikan apa saja pendapat saya saat menggunakan Ojek Online (OJOL), seperti Gojek dan Grab. Kian hari, aplikasi-aplikasi ini saling bersaing meraih perhatian masyarakat dengan segala manfaat dan fitur yang ditawarkan.

7 MANFAAT

Bisa lihat tarif sebelum naik.

Sebelumnya, jika mau naik ojek (dulu lebih popular ojek motor), bayar berapa ongkos, untuk sampai di tujuan, hanya mengandalkan perkiraan, atau kebiasaan. Pada aplikasi online ini, setelah Anda memasukkan titik jemput dan lokasi antar, sudah terlihat jelas berapa harga yang harus Anda bayar. Manfaatnya jelas, Anda jadi bisa siapkan dana yang diperlukan tanpa perlu khawatir, ongkos tidak cukup. Selain jadi tahu harga, Anda jadi lebih percaya karena harga yang transparan dan konsisten, tanpa perlu curiga, pengemudi menyodorkan harga suka-suka.

Tersedia pilihan cara bayar.

Pilihan cara bayar, mau tunai, pakai kartu kredit atau menggunakan saldo yang sudah diisi sebelumnya via “top up” Tidak ada uang receh, mudah pilih pakai Grab Pay, Go Pay, atau bayar pakai kartu kredit. Jika menggunakan ojek biasa, tentu saja harus pakai uang tunai, atau Anda bisa bayar belakangan asal kenal sama abang ojek 🙂

Terbaru dari aplikasi OJOL ini, Anda bisa bayar belakangan, alias “ngutang” sebab di Gojek misalnya sudah ada Paylater yang menyediakan saldo yang bisa Anda pakai dan bayar di akhir bulan. Saldo ini bisa Anda gunakan untuk bayar ojek, atau pesan makanan.

Memiliki informasi mengenai pengemudi dan kendaraanya.

Anda bisa lihat foto pengemudi, nomor teleponnya dan plat nomor kendaraannya. Anda bisa kontak pengemudi, jika ingin memberi tahu arah jalan menuju lokasi penjemputan. Dulu Anda baru tahu siapa nama yang mengemudi, jika melihat kartu yang terpasang di dashboard pengemudi. Itupun kalau papan nama itu ada. Catatan soal ini: foto pengemudi, nomor plat kendaraan, dan nama bisa saja berbeda dengan berbagai alasan. Misalnya, motor/mobil lagi masuk bengkel, jadi beda nomor platnya atau ini saya pakai akun anak saya/teman, beda foto dan nama.

Mengukur waktu penjemputan dan sampai lokasi tujuan.

Informasi berapa menit lagi sampai, dan berapa lama tiba di lokasi tujuan, memberikan rasa nyaman bagi pengguna. Anda jadi bisa mengukur waktu tempuh, dan menjadwalkan kegiatan lebih baik.

Bukti pembayaran dikirimkan via email.

Bukti pembayaran, histori dari transaksi, langsung dikirimkan ke kotak surat elektronik/email setelah menyelesaikan trip. Jika ingin reimburse bisa langsung kirim email tersebut ke bagian keuangan kantor. Aplikasi Grab dan Gojek telah memiliki fitur ini sehingga mudah melihat kembali histori perjalanan disertai jumlah nominal yang telah dikeluarkan.

Ada catatan histori perjalanan.

Histori perjalanan, adalah hal yang menarik sebab trip mana saja yang pernah Anda lalui bisa Anda lihat kembali. Bahkan jika ada pengemudi yang berbuat curang seolah melakukan perjalanan tanpa menjemput Anda, tercatat, dan ini bisa menjadi bukti pelaporan kepada pihak pengelola aplikasi. Bahkan fitur terbaru, di akhir tahun, Anda bisa memiliki catatan total jumlah pemakaian berapa kali Anda memakai aplikasi ini.

Harga relatif lebih rendah.

Jika dibandingkan dengan jarak tempuh sama, Anda hanya bayar Rp 5.000. Sedangkan jika naik “Opang” (Ojek Pangkalan), Anda harus bayar Rp 10.000. Tawaran harga relatif lebih rendah dan promo-promo menarik dari aplikasi-aplikasi ini memanjakan para penggunanya.

Dari manfaat-manfaat yang tersebut di atas, tidak terlepas juga ada resiko yang perlu Anda ketahui. Apa saja resiko jika Anda menggunakan aplikasi transportasi online?

5 RESIKO

Pengemudi Grab, Gojek, tidak selalu profesional.

Pengemudi profesional yang dimaksud pada tulisan ini, adalah orang yang memang hidup sehari-harinya dari mengemudi. Anda bisa mengharapkan pelayanan prima dari seorang pengemudi profesional, misalnya berpakaian seragam atau rapi, cara mengemudi yang aman dan nyaman, mobil wangi, menjaga aroma tubuh tetap segar, saat membawa penumpang. Sedangkan, siapa saja bisa jadi supir Grab, Gojek. Anda juga bisa kalau Anda mau.

Meski ada proses seleksi dan ada aturan dari masing-masing perusahaan aplikasi transportasi online, tetapi ingatlah, siapa saja bisa mendaftarkan kendaraan mereka dan masuk ke dalam sistem aplikasi ini. Nah dengan demikian, pelayanan bisa menjadi sangat bervariasi, tergantung masing-masing orang. Jika Anda mengharapkan supir Gojek, Grab, berlaku dan bersikap profesional, kemungkinan (tidak selalu) Anda bisa kecewa. Bagi perusahaan aplikasi transportasi online ini, supir mereka bukanlah karyawan, melainkan sebagai partner, mitra dari aplikasi tersebut. Beberapa kali saya alami, pengemudi masih sangat awam membawa kendaraan, terasa bedanya antara yang sudah sering “nyetir” dan jarang menyetir motor, mobil, seperti orang baru belajar.

Motivasi dan tujuan bergabung di aplikasi transportasi online.

Pengemudi Gojek dan Grab memiliki motivasi dan tujuan berbeda-beda. Bahkan bukan menjadi rahasia lagi, bahwa banyak orang yang bukan berprofesi supir, ikut-ikutan berusaha meraih rejeki melalui aplikasi ini, agar bisa cicil mobil dan motor memanfaatkan sistem yang ada. Demi mengumpulkan bayar cicilan mobil, mengejar bonus, poin tambahan, pengemudi berbuat “curang” atau mengakali. Misalnya dengan membuat order fiktif. Supir cancel, karena alasan “Ban Bocor”, “Lokasi jauh dari titik jemput” menjadi alasan yang populer. Saya pernah naik Uber Pool diminta tarif dobel dari harga yang tertera pada aplikasi hanya karena alasan saya naik berdua bersama istri. Ada juga, saya pernah menolak permintaan seorang pengemudi Uber X, yang meminta saya membuat order fiktif via aplikasi Gojek, dengan alasan supaya dia dapat 2 trip bersamaan dari 2 aplikasi berbeda. Tentu saja demi keuntungan dia.

Pengemudi belum tentu tahu jalan

Anda sebagai penumpang, mengharapkan pengemudi sudah (pasti) tahu jalan. Nah, ini pun perlu Anda ketahui, bahwa pengemudi Grab dan Gojek, mengandalkan aplikasi mereka untuk tiba sampai tujuan. Ketika mengemudi, mereka sambil lihat Google Maps atau Waze mengikuti arah yang diperlihatkan pada smartphone mereka. Jika Anda beruntung, pengemudi Grab atau Gojek, sudah tahu akan lewat jalan apa, jika tidak, Anda yang harus mengarahkan mereka agar sampai tujuan dengan selamat. Perlu Anda ingat seperti poin saya sebelumnya, mereka bukan pengemudi profesional.

Kendala teknis aplikasi dan smartphone.

Pesan Gojek dan Grab, bisa jadi gagal, bahkan sering saya alami aplikasi error. Order ganda, 2 ojek sekaligus jemput bisa terjadi. Selain itu, aplikasi transportasi online ini mengandalkan fitur location based pada smartphone Anda yang menguras daya baterai. Inilah resiko dari teknologi. Apapun bisa terjadi di luar kendali Anda. Tentu akan kelabakan jika daya baterai smartphone Anda makin berkurang.

Harga bisa saja berubah.

Harga bisa saja dan sangat mungkin berubah. Hal ini karena kelangkaan jumlah transportasi yang ada di suatu area dibandingkan jumlah penumpang di area tersebut. Supply and Demand berlaku. Biasanya saat jam sibuk seperti pulang kantor, waktu makan siang, atau hari libur besar, Lebaran misalnya, di mana kebutuhan lebih banyak pada suatu saat bersamaan. Setiap aplikasi memiliki sistem perhitungan harga yang berbeda. Ini karena tujuan dari aplikasi ini adalah mencari pengguna sebanyak mungkin, sehingga segala cara dilakukan untuk menarik penumpang dan juga pengemudi.

Demikian pendapat saya setelah menggunakan jasa aplikasi transportasi OJOL (Ojek Online). Sadar dan pahami cara kerja aplikasi transportasi online. Dapatkan manfaatnya dan kenali resikonya. Semoga Anda aman, nyaman, dan selamat sampai di tujuan. Salam!

Jika Anda memiliki pendapat, komentar dan tanggapan silahkan berikan pada kolom yang tersedia di bawah ini.

Tulisan ini diupdate pada Januari 2020, untuk menghilangkan UBER (karena sudah tutup) dan menambahkan informasi terbaru lain.

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *