Imbas Corona, Traveloka Dikabarkan PHK 100 Karyawan


Ilustrasi Traveloka Foto: Nugroho Sejati/kumparan© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi Traveloka Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Pandemi COVID-19 memukul sektor pariwisata, tak terkecuali bagi penyedia layanan pemesanan perjalanan. Salah satunya, ialah Traveloka yang terpaksa harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi karyawannya.

Asia Nikkei melaporkan, startup unicorn Indonesia ini telah mengalami penurunan permintaan bepergian yang signifikan selama wabah corona terjadi. Sumber pihaknya menyebut, PHK karyawan Traveloka mencapai 100 karyawan.

“Pemotongan yang mempengaruhi sekitar 100 orang atau 10 persen dari karyawan startup (Traveloka). Terjadi minggu lalu, menurut sebuah sumber, yang mengatakan beberapa dari mereka, masih dibayar setengah dari gaji reguler mereka,” ujar sumber Asia Nikkei dilansir kumparan, Jumat (10/4).

Traveloka sebagai perusahaan terbaru di sektor pariwisata Indonesia, memang tak dipungkiri dirugikan akibat wabah corona. Pasalnya, selain hotel dan restoran terutama yang tujuan populernya ke Bali sepi. Indonesia pun, telah membatasi pelancong asing bepergian ke rute domestik.

“Perjalanan domestik juga terdampak, ketika pemerintah provinsi memerintahkan orang untuk bekerja dan belajar di rumah,” sambungnya.

kumparan telah mengonfirmasi kebenaran informasi ini kepada Traveloka, namun hingga berita ini ditayangkan belum ada respons. Meski begitu, pimpinan Bisnis Transportasi Traveloka, Caesar Indra, yang dikutip Nikkei Asia dari konferensi pers online pada Selasa lalu, mengatakan perusahaan memang telah menerima banyak permintaan pengembalian uang (refund) dari pelanggan yang disebabkan oleh pandemi corona.

© Disediakan oleh Kumparan

“Kami mulai melihat penurunan dalam perjalanan dan pemesanan, dan volume pengembalian besar-besaran kembali pada bulan Februari di Thailand, ketika pemerintah mereka mencegah orang bepergian. Situasi menjadi menurun setelah itu,” kata Indra.

Sebuah sumber menguatkan, jika bukan karena pandemi corona, Traveloka tidak perlu sampai memberhentikan karyawannya. “Traveloka adalah salah satu perusahaan dengan disiplin keuangan yang sangat bijaksana,” kata salah seorang sumber dikutip dari Asia Nikkei.

Didirikan sebagai agregator penerbangan sejak 2012 lalu, Traveloka telah mengembangkan bisnisnya ke berbagai pasar Asia seperti Thailand, Vietnam dan Filipina. Tak hanya itu, Traveloka juga berkembang di luar Asia Tenggara ditandai dengan peluncuran layanan di Australia pada Februari tahun lalu.

Selama ini, Traveloka tak lepas dari pendanaan yang didapat dari dana kekayaan negara Singapura GIC, yang memimpin putaran pendanaan terbaru senilai USD 420 juta pada April lalu. Selain itu, ada pula pemain perjalanan online AS Expedia yang memompa pendanaan USD 350 juta pada 2017.

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang! 

Selengkapnya

Microsoft mendapat komisi dari transaksi pembelian yang direkomendasikan melalui tautan di dalam artikel

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *