Dampak Corona Bagi Startup, Merugi dan Pangkas Ribuan Karyawan


Dampak Corona Bagi Startup, Merugi dan Pangkas Ribuan KaryawanIlustrasi kantor. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com – Pandemi global COVID-19 membawa berbagai macam dampak di banyak sektor. Sektor ekonomi adalah salah satu yang mendapat pukulan terberat. Di balik itu, terdapat banyak perusahaan besar maupun rintisan (startup) yang menjadi aktornya.

Pandemi COVID-19 telah menahan laju beberapa perusahaan startup yang sebelumnya sedang baik-baik saja. Malah, banyak di antaranya yang sedang berkembang dengan pesat. Tak bias di pungkiri kemunculan perusahaan startup juga membantu menyediakan lapangan kerja baru bagi para lulusan era milenial.

Dalam artikel kali ini, akan dibahas secara khusus dampak corona bagi perusahaan startup baik di Indonesia maupun dunia.

1 dari 5 halaman

Dampak Corona Bagi Perusahaan Startup di Indonesia

Pertumbuhan perusahaan startup di Indonesia semakin nampak dan signifikan. Bahkan, beberapa menjadi tujuan tempat kerja impian bagi para milenial fresh graduate. Startup yang populer seperti Gojek, Traveloka, Zenius atau Ruangguru menawarkan prestise tersendiri di mata pencari kerja muda ini.

gerakan nasional 1000 startup

Liputan6.com/Angga Yuniar

Sejak meluasnya persebaran wabah COVID-19, startup-startup populer ini juga tidak luput terkena dampak negatif. Dampak negatif sangat terasa bagi perusahaan startup yang bergerak di bidang perjalanan. Namun, startup yang bergerak di bidang kesehatan seperti Halodoc, Alodokter dan sejenisnya mungkin masih bisa bertahan di tengah gempuran COVID-19. Karena, intensitas masyarakat secara umum akan naik untuk mencari info-info seputar kesehatan.

Sama halnya dengan startup bidang kesehatan, startup e-commerce juga cenderung berada di posisi yang stabil. Shopee, Tokopedia dan Bukalapak tetap beroperasi seperti biasa. Salah dua alasannya adalah imbauan isolasi diri dan banyaknya pusat perbelajaan atau toko-toko yang tutup. Masyarakat lalu beralih ke platform online untuk berbelanja. Berikut adalah beberapa laporan dampak corona terhadap perusahaan startup:

2 dari 5 halaman

1. Startup di Bidang Transportasi

Aplikasi online travel agency Traveloka adalah salah satu yang mendapat dampak corona terbesar. Dan dampaknya cenderung negative. Aktivitas perjalanan masyarakat menurun drastis sejak wabah COVID-19 mulai ramai dibicarakan.

Beberapa negara secara tegas memberlakukan lockdown dan larangan total kunjungan masuk serta keluar di wilayahnya. Banyak kantor dan perusahaan juga ikut membatalkan perjalanan bisnis. Ditambah, adanya imbauan larangan mudik dari pemerintah untuk warga yang sedang merantau.

Melansir dari CNN, berdasarkan data internal Traveloka sejak Februari 2020, Traveloka mengalami peningkatan drastis untuk permintaan refund (pengembalian uang) dan reschedule (perubahan jadwal). Hal ini karena banyak masyarakat yang takut bepergian akibat COVID-19. Permintaan refund dan rescheduled Traveloka meningkat hingga 10 kali lipat.

3 dari 5 halaman

2. E-Commerce

Sejak kebijakan bekerja, belajar dan berdiam diri di rumah dijalankan oleh masyarakat, startup e-commerce seperti Shopee dan Bukalapak dilaporkan tidak menampakkan perubahan yang signifikan. Pergerakan startup jenis ini cenderung stabil.

Menurut Public Relations Lead Shopee, Aditya Maulana Noverdi, transaksi dan jumlah kunjungan pengguna tetap tinggi.

“Ada peningkatan terhadap pencarian barang-barang kebutuhan esensial di kategori kesehatan dan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Melihat ini, Shopee berkomitmen semaksimal mungkin agar pengguna selalu bisa mendapatkan akses kebutuhan-kebutuhan utama tersebut,” ujarnya.

Sama halnya dengan Shopee, di Bukalapak produk yang paling laris dan dicari masyarakat adalah produk-produk kesehatan yang dapat menunjang pencegahan dini COVID-19.

“Sebelumnya barang – barang elektronik dan rumah tangga adalah yang paling dicari di Bukalapak. Namun seiring dengan tingginya kesadaran masyarakat akan perlindungan kesehatan, tercatat kenaikan pada produk kesehatan dan alat penunjang kesehatan, bahan pokok, serta alat pendukung bekerja dari rumah,” kata Head of Corporate Communications Bukalapak, Intan Wibisiono.

4 dari 5 halaman

Dampak Corona Bagi Perusahaan Startup Global

Mengutip dari CNBC Internasional, berbagai perusahaan rintisan atau startup di Amerika Serikat memangkas ribuan pekerja sebagai dampak corona. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mencakup 3.800 lebih pekerja di 40 perusahaan mulai dari hospitality, transportasi, pengiriman makanan, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Perusahaan-perusahaan itu kebanyakan berbasis di California, Austin, Boston, dan kota Portland di Oregon. Dari data Crunchbase, sederet perusahaan ini memiliki aset mendekati US$ 15 miliar.

Salah satu startup pembuat skuter listrik di Amerika Serikat, Bird, telah melakukan PHK terhadap 400 atau sekitar 30% dari total karyawannya. Selain Bird, startup asal Amerika Serikat lainnya, TripActions, juga telah memecat 297 dari 1.100 karyawannya. Zeus Living, sebuah startup di sektor perumahan juga telah memangkas 30% karyawannya. Platform pemesanan transportasi asal Israel, Bookaway, juga telah mengumumkan rencana memotong gaji dan memberhentikan staf.

5 dari 5 halaman

Perusahaan Startup Global Terima Paket Stimulus dari Pemerintah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani RUU paket stimulus untuk memulihkan ekonomi akibat pandemi COVID-19 pada 27 Maret lalu. Jumlah yang dikeluarkan mencapai USD2 Triliun atau setara Rp32 ribu triliun. Ini menjadi paket stimulus terbesar sepanjang sejarah yang pernah digelontorkan pemerintah AS.

Dana tersebut di antaranya akan diberikan ke masyarakat dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT), meningkatkan asuransi untuk pengangguran, hibah untuk industri penerbangan, dan memberi bantuan ke UKM untuk membayar gaji pegawai.

Sementara itu, otoritas Jerman tengah menyusun stimulus guna meringankan beban perusahaan startup yang terdampak COVID-19. Menteri Keuangan Olaf Scholz dan Menteri Ekonomi Peter Altmaier mengatakan stimulus itu berupa bantuan dana jangka pendek senilai 2 miliar euro atau USD 2.2 miliar.

Pemerintah Jerman juga tengah menyiapkan anggaran sebesar 10 miliar euro sebagai dana awal jangka panjang. Dana awal jangka panjang 10 miliar euro juga telah disepakati, ungkapnya seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (1/4). Dalam keterangannya, bantuan tersebut pada awalnya memang tidak mencakup ke startup. Namun pemerintah mengatakan, bahwa perusahaan bernilai lebih dari 50 juta euro akan memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan.

[edl]

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *