Cerita Interview Magang di Traveloka


Halo semuanya 🙂
Dalam satu minggu, saya akan intern di Traveloka. Ceritanya untuk mengisi waktu menunggu revisi TA dan mempersiapkan dokumen-dokumen menuju mimpi meraih beasiswa master di Belanda :’) (doain ya!)
Nah, untuk di kalangan mahasiswa, intern di Traveloka lumayan ngehype. Karena memang ini kan satu-satunya unicorn start up (start up dengan valuasi lebih dari 1 juta dollar) di Indonesia, dan katanya sih lingkungan kerjanya sangat dinamis, beda dengan korporat. Ini juga alasan saya mengapa tertarik banget magang di Traveloka.

Jadi, pada postingan kali ini, saya mau cerita gimana sih proses yang saya lewati untuk bisa magang di traveloka, beserta sedikit tips 🙂 Cekidot!

Tahap 1 : Seleksi Administrasi

Kirim CV dan transkrip ke HR Traveloka atau masukkin ke websitenya. Kalau kemarin, karena saya ikut program namanya Young Leaders for Indonesia (nanti bakal diceritain soal ini lebih lanjut di pos lain), maka kemarin kami semacam mendapatkan prioritas. Ketika kami kirim CV dan transkrip pun kami melampirkan bahwa kami adalah anggota YLI sehingga proses seleksi administrasi kami lebih cepat. Ini dibuktikan dengan saya lebih cepat dipanggil untuk interview dibandingkan teman saya yang daftar via web. Tapi daftar via web pun di follow up kok 🙂
Jangan lupa untuk mencantumkan function/departemen apa yang kalian inginkan, serta set of skills yang kalian punya pada cover letter. Let’s make HR team’s work easier, shall we?

(Update!) Ada tes online?

Sebelum melangkah ke tahap 2, saya dapat cerita dari beberapa teman, katanya sebelum interview mereka sekarang harus mengikuti seleksi online. Denger-denger sih, seleksinya mirip tes GMAT gitu, jadi untuk mengukur reasoning dan logical thinking mu. Tentu saja, kecepatan problem solving juga. Saya pribadi pas waktu seleksi belum ada tahap ini jadi gak bisa bicara banyak. Yang jelas, banyak latihan soal-soal TPA/GMAT ya!

Tahap 2 : Interview

Kalau lolos seleksi berkas (atau mungkin seleksi tes online), teman-teman akan mendapat panggilan telepon dari HR. Telepon ini sifatnya lebih ke arah konfirmasi jadwal interview ke Jakarta di Traveloka HQ. Nah, ini tips buat yang mau daftar magang atau kerja. Pastikan kalau HP kalian ada dalam radar kalian pada jam-jam kerja. Jadi, ada cerita bahwa kalau gak ngangkat telepon macam gini kalau di perusahaan lain bisa-bisa doi malas jadi aplikasi kita went cold -____- Ya pada dasarnya menurut saya sih karena kita lagi butuh, ya kita harus menunjukkan keseriusan kita sih, salah satunya dengan being reachable.

Nah, interview ini mengambil tempat di Jakarta. Pas ditelepon HR, kamu akan dikonfirmasi mengenai function yang kamu daftar dan why nya. Why nya ini bisa jadi berasal dari personal reason (eg memang secara umum kamu tertarik kerja di Traveloka, atau misal kamu tau Traveloka sejalan dengan visi-mu), atau lebih baik lagi yaitu why nya karena skill mu match dengan function nya (misal pilih data engineering karena jago ngoding dibuktikan dengan prestasi A, misal aja ini). Ini sangat penting, dan saran saya, jangan mengada-ada soal ‘why’ nya ya. Apalagi kalau kalian mengaku-akui bisa bahasa pemrograman phyton (contoh), eh taunya pas disuruh bener-bener melakukannya malah gabisa. Pasti ditanya ‘why’nya dan pasti bakal ‘ditagih’ 🙂

Saya kemarin daftar untuk Associate Product Marketing function. Kenapa? Karena ini berhubungan dengan data analysis untuk pemasaran, dimana itu merupakan hal yang saya sukai dari kuliah. Namun, pas di telepon, HR minta saya untuk juga coba function Marketing Technology, karena lumayan mirip dengan APM. Perbedaannya kalau MT itu lebih banyak unsur sistem informasinya. Ya saya iyain dong.

Setelah mengkonfirmasi jadwal interview, saya dikasih tau siapa aja yang bakal interview saya. Jadi di Traveloka sistemnya jumlah interview sama dengan jumlah function yang kamu daftar. Bukan kaya beberapa perusahaan yang sepengalaman saya adalah sistem ‘lemparan’ ketika kamu gak dirasa cocok di satu function itu. Menurut saya sih ini sistem yang fair.

Saya kemarin iseng-iseng ngecek linkedin nya interviewer saya. Lumayan buat basa basi dan mencairkan suasana pas interview. Mungkin agak tricky ya karena takut dibilang ‘ih stalker amat lu’, tapi kan kalau kalian basa basi nya smooth, ya pasti berhasil dong.

Nah interview saya berarti dua kali ya pada tahap ini, untuk dua function. Yang unik, menurut saya interview Traveloka bener-bener melihat skill, bukan cuma mengenai personality. Ya kaya yang saya bilang, kamu akan ‘ditagih’ soal apa yang kamu bilang kamu bisa. Jadi hapus sudah bayangan kalian kalau interview nya ‘cuma’ bahas soal pengalaman di CV.

Oke interview terbagi jadi dua. Pertama adalah interview mengenai background kamu, secara personal dan professional. Ditanya experience, tanggung jawab, personality. Part ini bisa dibilang gak terlalu lama, ya paling 1/3 dari total waktu interview lah. Part kedua adalah interview soal hard skill. Sebenernya menurutku lebih cocok disebut tes lisan kali ya (?) karena bener-bener menguji kemampuan. Part ini juga masih dibagi 2 lagi, yaitu ngomongin soal hard skill yang berhubungan dengan function-mu, plus kemampuan logical thinking dan reasoningmu.

Nah Ini yang menarik banget.

Part satu soal hard skill ini adalah bagian dimana kamu ditagih soal apa yang kamu jual. Misal kalau kamu functionnya di information system, ada yang bilang sih kamu disuruh coding di papan tulis cuma pake spidol. Kalau saya, karena functionnya APM dan MT, lebih ke arah disuruh ngejelasin cara saya menganalisis pasar, step by step nya bagaimana. Disuruh jelasin banyak hal yang berhubungan dengan marketing strategy dan research deh pokoknya. Harus banget menyempatkan untuk review materi kuliah 😉

Part 2, lebih menarik lagi, soal logical thinking dan reasoning. Kenapa? Karena pertanyaannya mirip pertanyaan the famous Google interview….plus GMAT. Double trouble lol ingin menertawai diri sendiri deh dulu.

Saya gak mau membeberkan dengan detil apa aja pertanyaannya. Tapi yang jelas kamu akan ditantang banget cara berpikirmu. Bisa banget dicari jenis pertanyaan google interview itu kaya apa karena sudah ada di internet (contoh yang saya temukan di internet seperti gimana cara menghitung penjualan ban yang ada di Jakarta: asumsinya apa saja dan angkat exact nya berapa). Setelah itu, saya juga sempet dikasih set pertanyaan semacam GMAT. Tes tulis gitu, dikasih waktu (lupa berapa menit, kayanya 15 menit deh) dan ada 10 soal kalau gak salah.

Jadi, saran saya untuk tahap ini adalah persiapkan story yang kuat dan konsisten, tentu juga dari hati, dan persiapkan skill kamu. Penting baca-baca aja dulu materi kuliah dan latihan soal GMAT/pertanyaan google interview sebelum interview di Traveloka. Soalnya menurut saya, interview ini sedikit lebih sulit dari beberapa interview kerja yang pernah saya alami.

Well, bisa jadi the whole thing berubah ya karena kan my experience was in 2016.

Tahap 3 : Determine the next step!

Sepulang dari interview, seminggu kemudian saya ditelepon lagi. Kenapa? Karena katanya ketika saya wawancara dengan dua interviewer itu (untuk APM dan MT), mereka memberi feedback baik dan lumayan tertarik untuk cobain saya di function lain, yaitu Pricing. Jadi alhasil saya ke Jakarta lagi.

Nah buat kamu yang udah gak perlu wawancara lagi, kalau lolos kamu akan langsung dikasih offer letter 🙂 Jangan takut kalau tanggalnya gak pas, HR nya baik banget dan sangat negotiable kok 🙂

Cek pengalaman saya waktu magang dan (akhirnya) kerja di Traveloka, disini!

Ciaoooooo :3



Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *