Tiket.com Diakuisisi Bliblicom, Bersiap Menyalip Traveloka

(kiri kanan) CEO Blibli.com Kusumo Martanto, CEO baru Tiket.com George Hendrata dan pendiri Tiket.com Gaery Undarsa dalam Aksi Korporasi di Jakarta, Kamis (15/6/2017). FOTO/ANTARA

Blibli.com secara resmi telah mengakuisisi Tiket.com dan bersiap menjadikan agen perjalanan online itu maju mengalahkan pesaing utamanya, Traveloka.

Saat Tiket.com lahir di Indonesia pada Agustus 2011, Traveloka belum ada. Bisa dibilang, Tiket.com menjadi satu-satunya online travel agent (OTA) saat itu. Ia tak punya pesaing. Apalagi ketika pada 2013, Tiket.com menjadi satu-satunya mitra PT Kereta Api Indonesia. Nama Tiket.com semakin dikenal.

Setahun kemudian, Derianto Kusuma dan Ferry Unardi—dua warga Indonesia yang sebelumnya bekerja di Sillicon Valley, Amerika, mendirikan Traveloka. Pada mulanya, Traveloka diciptakan untuk membandingkan harga berbagai penerbangan dari sejumlah maskapai berbeda. Jadi, ia hanya menjadi situs pembanding saja.

Traveloka berubah menjadi situs reservasi tiket pesawat sejak pertengahan 2013. Saat itu, ia mulai menjadi pesaing pendahulunya, Tiket.com. Tetapi layanan yang disediakan pesaingnya lebih banyak. Saat itu, Tiket.com sudah menjual tiket kereta api.

Setahun kemudian, Juli 2014, Traveloka masuk ke bisnis reservasi hotel. Kini, Traveloka juga menyediakan tiket kereta api hingga pulsa dan paket data dari berbagai penyedia layanan telekomunikasi di sejumlah negara.

Bisnis Tiket.com juga tak terbatas pada tiket pesawat dan kereta api saja, ia juga merambah hotel, sewa mobil, hingga tiket untuk berbagai acara, wisata, dan festival di Indonesia.

Akan tetapi, Traveloka mendapat lebih banyak perhatian dari konsumen. Ketika keduanya membuat aplikasi, konsumen yang mengunduh Traveloka sepuluh kali lebih banyak dari Tiket.com. Menurut informasi di Play Store yang diakses pada Kamis, 15 Juni, aplikasi Traveloka telah diunduh 10 juta kali. Sementara Tiket.com hanya diunduh satu juta kali.

Dari segi rating aplikasi, Traveloka juga mendapat angka lebih tinggi, yakni 4,4. Sedangkan Tiket.com hanya mendapat rating 4,2 dari para penggunanya.

Disalip oleh pendatang baru, Tiket.com tak tinggal diam. Demi meningkatkan kapasitas bisnisnya, para pendiri dan pemegang saham Tiket.com setuju untuk menjual perusahaan itu ke salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, Blibli.com. Proses akuisisi itu sudah berjalan sejak lima bulan lalu, tetapi penandatanganan baru dilakukan kedua belah pihak pada Senin, 12 Juni 2017. Blibli.com mengakuisisi 100 persen Tiket.com.

Blibli.com punya ambisi untuk memperbesar lini bisnisnya selebar mungkin. Akhir tahun lalu, perusahaan yang didirikan Kusumo Martanto itu meluncurkan kategori produk travel online bernama Blibli Travel. Tak hanya menjual paket wisata, Blibli travel juga menyediakan jasa sewa helikopter seharga Rp35 juta per trip.

Kusumo melihat statistik pembelian produk travel melalui online terus meningkat. Ia lalu ingin menjadikan itu sebagai fokus pengembangan Blibli.com. “Kami melihat visi misi dan nilai perusahaan Tiket.com memiiki banyak kesamaan dengan Blibli.com. Berdasarkan pertimbangan ini, kami mantap untuk melakukan akuisisi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/6). Sayangnya, kedua pihak enggan menyebutkan nilai akuisisi itu.

Kusumo ingin menjadikan Blibli.com sebagai e-commerce dengan pelayanan one-stop shop. Dia memaparkan, dua situs ini akan berintegrasi, tetapi sebagai perusahaan, keduanya akan berjalan sendiri-sendiri.

Blibli.com akan memberikan dukungan kepada Tiket.com berupa share inventory, program penjualan, promosi termasuk penetrasi ke media sosial, hingga memperkuat tim atau sumber manusia.

“Akuisisi ini bisa membawa Blibli.com sebagai salah satu pemain OTA terbesar dan menjadi the only e-commerce di Indonesia yang memiliki kanal bisnis OTA dengan variasi produk terlengkap,” kata Kusumo. Ia optimistis, akuisisi ini akan memberikan pertumbuhan organik dan non-organis lebih dari dua kali lipat pada semester II tahun ini.

Gaery Undarsa, salah satu pendiri Tiket.com melihat akuisisi ini akan memberi peluang besar bagi Tiket.com tumbuh secara eksponensial, baik dari rencana sinergi hingga penetrasi pasar. Tiket.com bisa menyerap pelanggan Blibli.com dan memanfaatkan 18 mitra perbankan Blibli.com yang memberikan fasilitas cicilan 0 persen.

Tak ada perubahan manajemen dari akuisisi ini selain diangkatnya George Hendrata sebagai CEO Tiket.com yang baru, menggantikan Wenas Agusetiawan. Ia sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan dan Diversifikasi Bisnis Djarum.

Sebagai CEO baru, George menyadari bahwa saat ini Tiket.com berada di posisi kedua setelah Traveloka. Meski belum bisa memastikan butuh waktu berapa lama, George bertekad untuk menyalip Traveloka secepatnya.

“Kami akan lakukan perbaikan di berbagai lini, mulai dari penetapan harga hingga inovasi. Kami berharap secepat mungkin Tiket.com bisa menjadi yang nomor satu,” ujar George. Pihaknya mengaku telah menyusun strategi khusus, tetapi enggan membeberkannya. “Kalau kami ceritakan, dibaca kompetitor, bukan strategi lagi dong namanya,” imbuhnya.

(tirto.id – Bisnis)

Reporter: Wan Ulfa Nur Zuhra
Penulis: Wan Ulfa Nur Zuhra
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *