Sejarah Tiket.com

Tiket.com merupakan e-commerce yang melayani penjualan tiket kereta api, pesawat, hotel bahkan sewa mobil. Website yang mudah diakses dengan nama domain yang mudah diingat menjadikan salah satu e-commerce travel yang dipercaya. Berikut kisah tiket.com

Berawal dari tahun 2012 dimana pada waktu itu masih merupakan perusahaan kecil dengan keuangan pas-pasan. Pada saat itu Natali Ardianto (CTO) sekaligus Co-Founder Tiket.com mengatakan bahwa keran keuangan perusahaan harus digunakan semaksimal mungkin. Dan strategi yang digunakan waktu itu adalah bekerja sama dengan media – zero marketing.

Natali Ardianto meyakini bahwa bisnis ecommerce travel ini beberapa tahun ke depan akan banyak peminatnya dikarenakan masyarakat Indonesia menjadikan traveling bukan sesuatu yang eksklusif melainkan adalah kebutuhan pribadi yang harus dipenuhi. Orang cenderung menyenangi traveling karena selain dapat melepas kepenatan pada saat bekerja juga sebagai ajang untuk berkumpul dengan keluarga maupun kerabat. Dan inilah salah satu alasan mengapa sistem ini terus dikembangkan dengan inovasi yang menarik.

Pada tahun 2013 keuangan Tiket.com semakin membaik, hal ini ditunjukkan dengan semakin banyak jumlah pembelian tiket pesawat, kereta api maupun hotel melalui tiket.com. Dengan keuangan yang terus bergerak positif, Tiket.com mulai melakukan aktivitas marketing yang agresif. Tiket.com mulai melakukan promosi melalui Google Adword, SEM, dan juga media offline seperti koran, radio dan pameran. Awal ketika Tiket.com berjalan, hanya menyediakan jasa penjualan tiket pesawat. Ketika itu selang enam bulan Natali Ardianto ingin PT KAI ikut bergabung dalam sistem Tiket.com. Pada waktu itu hanyalah anak kecil yang belum beranjak dewasa. Namun karena kegigihan orang orang di dalamnya akhirnya PT KAI ikut bergabung dalam platform Tiket.com. Sekarang tiket.com dapat melayani banyak penjualan tiket dari berbagai maskapai, kereta api, hotel, maupun agen sewa kendaraan. Hal ini juga dimudahkan customer dalam masalah pembayaran. Sistem jual beli ini menyediakan 14 macam pembayaran, dari transfer antar bank hingga kartu kredit.

Pesan dari Natali Ardianto adalah produk yang diciptakan tidak perlu hebat dan mengesankan, tetapi lebih tepat guna dan tepat sasaran dikombinasikan dengan marketing yang baik untuk produk itu maka akan menjadi produk unggulan di pasaran. Hal ini dipaparkan juga ketika dia menceritakan kisah Tiket.com dari awal berdiri hingga sekarang.

Salah satu inspirasi yang bisa di ambil dari perjalanan tiket.com adalah keigihan mereka ,metode awal menggunakan zero marketing hingga seperti sekarang.

Sekian dulu sharing dari saya, silahkan meninggalkan krtitik yang membangun supaya saya bisa menjadi yang lebih baik lagi, Trimakasih.

 

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *